KENDARI – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah melakukan langkah strategis untuk mengusulkan Kota Kendari sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Upaya ini dilakukan guna memperkuat posisi Wakatobi sebagai destinasi kelas dunia sekaligus membangun “poros pariwisata” di Bumi Anoa.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., MM., mengungkapkan bahwa meskipun usulan Riparda (Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah) belum masuk dalam Riparnas tahun lalu melalui mekanisme Bappeda dan Cipta Karya, pihaknya kini tengah membangun komunikasi intensif dengan lintas kementerian.

“Saya sudah membangun link ke Kementerian Pariwisata, Kementerian PU, hingga DPR RI Komisi VII untuk meloloskan KSPN Kendari. Hal ini krusial karena KSPN Wakatobi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan Kendari sebagai penyangga utamanya,” ujar Ridwan, Jumat 3 April 2026.

Menurut Ridwan, dukungan dari pusat mulai terlihat, khususnya dari Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Strategis Kementerian PU yang siap mendukung pembangunan potensi di Kendari, seperti Kendari Water Sport, Pantai Nambo, dan destinasi lainnya, asalkan status KSPN tersebut berhasil disahkan.

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan visi besar Gubernur Sultra untuk menjadikan Kendari sebagai hub atau pusat konektivitas pariwisata di Sultra. Dengan menjadikan Kendari sebagai poros, wisatawan dari pusat-pusat wisata lain seperti Jogja, Surabaya, Bali, dan Mataram bisa terbang langsung ke Kendari sebelum melanjutkan perjalanan ke Wakatobi, Muna, Buton, maupun Kolaka.

Strategi ini diyakini akan memberikan efek domino yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Selama ini, wisatawan yang hendak menuju daerah seperti Kolaka sering kali harus menginap di Makassar karena jadwal penerbangan.

“Jika kita pangkas ke Kendari, maka makan, minum, penginapan, hingga belanja oleh-oleh semuanya akan berputar di Kendari. Ini akan meningkatkan PAD dan pemberdayaan UMKM kita di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Menanggapi isu lingkungan terkait sedimentasi di Teluk Kendari, Ridwan menilai hal tersebut sebagai proses alamiah yang bisa diatasi melalui pengerukan rutin dan bukan menjadi penghalang utama bagi sektor pariwisata. Pemprov dan Pemkot Kendari bersama TNI/Polri juga telah aktif menggalakkan gerakan sadar wisata untuk menangani persoalan sampah.

“Pariwisata Kendari tidak hanya soal Teluk. Kendari adalah poros. Dari sini, wisatawan bisa menjangkau Pulau Bokori, Labengki, Saponda, Pulau Hari, hingga Tanjung Kartika. Jadi, potensi kita sangat luas dan beragam,” pungkas Ridwan. (red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
9 / 100 Skor SEO