Buton,- Proyek pembangunan jaringan irigasi air tanah yang diklaim sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional kini menjadi sorotan masyarakat di wilayah Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara.
Proyek yang bertujuan mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian itu disebut belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.
Sorotan tersebut mencuat setelah laporan yang dimuat SultraPos.com pada Selasa (24/2/2026) berjudul “PT Brantas Abipraya dan PT Fajar Berkarya Disorot, Proyek Irigasi Ketahanan Pangan di Kepulauan Buton Dipertanyakan: Kapan Selesai?”.
Proyek tersebut berkontrak melalui PT Brantas Abipraya bersama Balai Wilayah Sungai Kendari dan dikerjakan oleh PT Fajar Berkarya.
Pekerjaan tersebar di 13 titik, yakni 5 titik di Kabupaten Buton Utara, 5 titik di Kabupaten Buton, dan 3 titik di Kota Baubau.



Tinggalkan Balasan