- Rapat koordinasi mingguan untuk pengendalian inflasi.
- Pemantauan harga dan stok bahan pokok di pasar.
- Penanaman dan panen serentak komoditas jagung dan padi.
- Pembinaan program Aku Hatinya PKK.
- Panen perdana ikan dengan sistem BIOVLOG.
Wali Kota mengakui bahwa Kota Kendari belum sepenuhnya swasembada pangan, namun ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain sudah berkurang.
“InsyaAllah pada 2026, lahan pertanian seluas 12 hektare di Nanga-Nanga akan kami optimalkan,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, melihat digitalisasi kios pangan ini sebagai sebuah “game-changer” yang akan membawa perubahan signifikan dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Kendari. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat. **
Baca Juga:



Tinggalkan Balasan