Lebih lanjut, pada tahun 2024, sebanyak 18 sekolah di Kota Baubau telah menerima bantuan pemasangan akses internet dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI KOMDIGI). Sekolah-sekolah ini meliputi berbagai tingkat pendidikan, mulai dari RA, SD, hingga SMP, dengan harapan akses internet yang lebih baik dapat mendukung proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Sekolah-sekolah yang menerima bantuan ini antara lain RA. Baitul Hidayah di Kelurahan Melai, SD Integral Hidayatullah di Kelurahan Kadolokatapi, dan SMP Negeri 13.

Tahun 2025 mendatang, Diskominfo juga merencanakan pemasangan Base Transceiver Station (BTS) di Kelurahan Tampuna, Kecamatan Bungi, yang saat ini masih dalam proses perizinan. Khairun Nisa optimis, dengan adanya BTS ini, masalah blankspot dan sinyal lemah di Baubau, terutama di kawasan Tampuna, Kampeonaho, dan Palabusa, dapat teratasi. “Area yang mengalami sinyal lemah, seperti Sorawolio, membutuhkan BTS. Sedangkan untuk area blankspot total, seperti di Tampuna, pemasangan BTS menjadi solusi utama,” tambahnya.

Diskominfo juga menegaskan bahwa Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) hanya akan dipasang di lokasi-lokasi pelayanan publik. SPLP ini memiliki jangkauan sekitar 500 meter dari kantor, dengan sinyal yang disalurkan ke masyarakat sekitar. Untuk meningkatkan kualitas sinyal di daerah-daerah tertentu, pemasangan BTS akan menjadi langkah berikutnya.

Secara keseluruhan, Khairun Nisa menyatakan bahwa kualitas sinyal di Kota Baubau sudah cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa titik yang mengalami kendala sinyal. Dengan terus mengembangkan infrastruktur dan teknologi, Diskominfo Kota Baubau berharap dapat memperbaiki layanan publik dan akses informasi bagi masyarakat secara lebih merata. (red)