“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” ungkap Rico menjelaskan penyebab kematian Novia.

Rico menegaskan bahwa sebelum latsarmil dimulai, seluruh peserta—termasuk Novia—sebenarnya telah melewati prosedur tes kesehatan ketat untuk memastikan kesiapan fisik mereka. Ia juga mengklaim penanganan medis di lapangan sudah dilakukan sesuai SOP yang berlaku.

Meski demikian, rentetan insiden ini membuat Kemhan mengambil langkah tegas. “Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta,” tegas Rico.

Sebelum kasus Novia mencuat, sudah ada dua peserta lain yang mengembuskan napas terakhir di dua lokasi latsarmil yang berbeda. Berikut daftar dan penyebab kematian para peserta:

No Nama Peserta Lokasi Pendidikan Penyebab Medis
1 Novia Rahmadhani Sihotang Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta Penyakit Tuberkulosis (TB)
2 Anisa Muyassaroh Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan Heat Stroke (Sengatan Panas)
3 Yonanda Muhammad Taufiq Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja Cardiac Arrest (Henti Jantung)

Terkait korban kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, Rico membeberkan bahwa almarhum sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 sebelum dirujuk ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal akibat henti jantung.

Program SPPI sendiri merupakan program besutan pemerintah yang dipersiapkan untuk mencetak sarjana pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di seluruh Indonesia.

(dtk)

12 / 100 Skor SEO