Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR), Glory Harimas Sihombing, sebagai tersangka baru. Glory terseret dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Glory diduga diminta oleh eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk mencari titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Titik-titik tersebut kemudian diperjualbelikan dengan harga berkisar Rp 100 juta per titik.
“Saya bisa, kurang lebih dulu, ya, karena mungkin masih bisa bergulir, ya, berikutnya, ya, masih bisa bergulir, tapi yang kita lihat sekarang sekitar kurang lebih sekitar Rp 100 juta,” ujar Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
- Perkuat Koperasi Merah Putih, Dinas Koperasi Sultra Siapkan 1.035 Bendahara Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi
- Rusmin Abdul Gani Dorong Penertiban Satgas PKH Berjalan Seiring Perlindungan Ekonomi Masyarakat Sultra
- PT ANI, PT AMI hingga PT AMID Masuk Penyidikan, Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Nikel Sultra
Syarief membeberkan bahwa tarif yang dipatok oleh Glory untuk setiap titik SPPG sebenarnya bervariasi. Nilainya bergerak dinamis mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Dari hasil penjualan lapak proyek tersebut, Glory diduga menyetor uang tunai kepada Dadan secara bertahap.



Tinggalkan Balasan