Dia meminta setiap OPD memahami secara rinci lokasi yang menjadi objek penilaian, indikator yang harus dipenuhi, serta tanggung jawab masing-masing. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar persiapan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Sejumlah lokasi menjadi perhatian dalam penilaian Adipura, mulai dari tempat pemrosesan akhir (TPA), terminal, pasar, taman, kawasan permukiman hingga lingkungan perkantoran.

Siska secara khusus meminta perhatian terhadap kebersihan pasar. Penilaian tidak hanya menyangkut kondisi umum lingkungan, tetapi juga saluran drainase, kios, lorong pasar, pengelolaan sampah, ketersediaan fasilitas, proses pengolahan, pencatatan, serta keterlibatan pedagang.

Sementara itu, kawasan permukiman memiliki bobot penilaian sebesar 24 persen. Terdapat 11 kawasan perumahan yang menjadi lokasi penilaian di Kota Kendari.

Kota Kendari memiliki sejarah panjang dalam meraih penghargaan Adipura. Catatan raihan penghargaan tersebut dimulai pada 2009, ketika Kendari meraih Adipura kategori kota sedang. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Asrun yang berpasangan dengan Wakil Wali Kota Musadar Mappasomba, penghargaan itu diraih lima kali berturut-turut hingga 2013.

Prestasi Kendari berlanjut pada 2014 dan 2015. Pada dua tahun tersebut, Kendari berhasil meraih Adipura Kencana kategori kota sedang, penghargaan yang diberikan kepada daerah dengan capaian pengelolaan kebersihan dan lingkungan perkotaan.

Pada 2016, Kendari kembali memperoleh Adipura. Setahun kemudian, penghargaan serupa kembali diraih di bawah kepemimpinan Asrun. Pada 2017, Kendari juga memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri dan plakat TPA terbaik.

Setelah Asrun, Kendari kembali meraih Adipura pada 2018. Penghargaan kategori kota sedang yang tercatat sebagai raihan ke-10 tersebut diterima ketika Sulkarnain Kadir menjabat sebagai Plt Wali Kota Kendari.

Kendari sempat tidak tercatat menerima penghargaan Adipura selama beberapa tahun sebelum kembali meraihnya pada 2022. Saat itu, penghargaan kategori kota sedang yang menjadi raihan ke-11 diterima di bawah kepemimpinan Penjabat Wali Kota Asmawa Tosepu.

Penghargaan berikutnya diraih pada 2023. Adipura kategori kota sedang yang tercatat sebagai raihan ke-12 tersebut diserahkan pada Maret 2024 ketika Kendari dipimpin Penjabat Wali Kota Muhammad Yusup.

Kini, di bawah kepemimpinan Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Sudirman, Pemerintah Kota Kendari kembali menyiapkan diri untuk penilaian Adipura 2026. Setelah raihan terakhir pada 2023, pemerintah kota menghadapi tantangan untuk mengembalikan penghargaan tersebut ke Kendari.

Siska meminta seluruh jajaran pemerintah daerah menjadikan persiapan tahun ini sebagai momentum membangun pola kerja yang lebih terkoordinasi dan berkelanjutan. Dia mengingatkan agar kegiatan membersihkan lingkungan tidak hanya dilakukan ketika tim penilai akan datang.

“Kendari harus bersih, bersih, dan bersih. Jangan hanya ketika ada penilaian kita ramai-ramai turun membersihkan, tetapi setelah itu kembali kotor. Kebersihan harus menjadi kebiasaan, ada atau tidak ada penilaian,” tegasnya.

Siska berharap keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat dapat mendorong terciptanya lingkungan Kota Kendari yang bersih secara konsisten. Dengan demikian, upaya meraih Adipura tidak berhenti pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan perkotaan.

Editor: ixan

 

20 / 100 Skor SEO