Kendari – Program bedah rumah garapan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membawa berkah tersendiri bagi Ibu Nanang, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Rumah papannya yang lapuk di kawasan pesisir dekat Jembatan Teluk Kendari itu dipastikan akan segera disulap menjadi bangunan permanen yang layak huni.

Menariknya, Ibu Nanang beserta keluarga tidak perlu pusing memikirkan tempat bernaung selama rumahnya dibongkar total. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bergerak cepat dengan menyiapkan fasilitas rumah susun (rusun) sebagai tempat tinggal sementara bagi para penerima manfaat.

“Selama proses pembangunan, Ibu Wali Kota Kendari telah menyiapkan rumah susun sebagai tempat tinggal sementara bagi para penerima bantuan,” ungkap Menteri PKP Maruarar Sirait usai meninjau langsung hunian Ibu Nanang di Kendari.

Menteri yang akrab disapa Ara ini pun melayangkan pujian tinggi atas respons taktis dari pihak Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk kepedulian yang nyata agar warga tidak telantar selama proyek bedah rumah berjalan.

“Kami mengapresiasi dukungan tersebut agar masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama rumahnya diperbaiki,” tambah Ara.

Momen peninjauan rumah ini terasa emosional. Ibu Nanang, yang sehari-hari menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan minuman saset karena suaminya menderita diabetes, tidak mampu membendung rasa harunya. Sambil berkaca-kaca, ia mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah.

“Alhamdulillah bisa dapat bantuan dari pemerintah, yang sebelumnya papan menjadi permanen,” tutur Ibu Nanang penuh syukur.

Berdasarkan komitmen Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP3KP) Sulawesi III Bakhtiar, pengerjaan fisik rumah Ibu Nanang dan ribuan penerima bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) lainnya akan langsung tancap gas mulai 1 Juni 2026 besok dan ditargetkan rampung total pada 25 Agustus 2026.

Aksi blusukan menteri di Kota Lulo ini juga dikawal ketat oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Dukungan penuh dari DPR RI dan akurasi data dari BPS sukses mendongkrak kuota BSPS di Sultra secara radikal dari yang tadinya hanya 1.129 unit pada 2025 menjadi 8.973 unit rumah pada 2026, demi memastikan warga miskin seperti Ibu Nanang bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

(Ikhsan)

8 / 100 Skor SEO