Oleh:  Ikhsan – Redaksi

Pagi baru saja menapaki Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan. Debu tipis mengepul di sepanjang ruas jalan Punggaluku–Lerepako ketika sebuah alat berat perlahan bergerak menimbun lubang-lubang yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga.

Di tepi jalan, sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya. Ada yang berhenti sejenak, ada pula yang mengabadikan momen itu dengan telepon genggam. Mereka menyaksikan sesuatu yang jarang terjadi, jalan rusak yang selama ini menjadi ancaman keselamatan mulai diperbaiki.

 

Bagi warga sekitar, pemandangan tersebut bukan sekadar proyek penimbunan jalan. Itu adalah harapan.

Harapan bahwa perjalanan menuju kebun tidak lagi dipenuhi kekhawatiran. Harapan bahwa anak-anak yang berangkat ke sekolah tidak lagi harus menghindari kubangan yang menutupi lubang menganga. Dan harapan bahwa roda ekonomi desa dapat bergerak lebih lancar.

Di tengah aktivitas itu, polisi terlihat bukan sedang melakukan penegakan hukum atau patroli keamanan. Mereka berdiri bersama masyarakat, mengawasi pekerjaan lapangan, mengangkat material, dan memastikan jalan yang rusak kembali layak dilalui.

Pemandangan tersebut menjadi simbol dari tema besar yang diusung Polres Konawe Selatan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026: “Polri untuk Masyarakat.”

Pada Rabu, 17 Juni 2026, Polres Konawe Selatan menggelar aksi bakti sosial kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Tidak hanya memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, tetapi juga menyalurkan bantuan sosial dan menggelar Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat.

Kegiatan itu dipimpin langsung Kapolres Konawe Selatan AKBP Febry Sam, didampingi Wakapolres Kompol Hartono R beserta jajaran pejabat utama Polres Konsel.

Fokus pertama diarahkan pada penimbunan jalan rusak sepanjang kurang lebih dua kilometer di ruas Punggaluku menuju Lerepako. Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perdagangan, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

Selama ini kondisi jalan yang berlubang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Saat musim hujan tiba, lubang-lubang tersebut bahkan nyaris tak terlihat karena tertutup genangan air.

Melihat kondisi itu, Polres Konawe Selatan memilih bertindak.

“Melihat kebutuhan masyarakat, khususnya pengguna jalan ini, kami ingin melakukan langkah-langkah agar di Hari Ulang Tahun Polri yang ke-80 masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Jadi untuk hari ini kami melakukan penimbunan,” ujar AKBP Febry Sam saat meninjau lokasi.

Meski perbaikan permanen telah masuk dalam agenda Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, waktu pelaksanaannya belum ditentukan. Karena itu, Polres Konsel mengambil langkah cepat agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir sembari menunggu pembangunan menyeluruh.

Sebuah alat berat grader diterjunkan untuk meratakan material timbunan berupa pasir batu (sirtu) yang dipasok ke titik-titik kerusakan terparah. Perlahan, jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang mulai kembali rata dan aman dilalui.

Namun pengabdian hari itu tidak berhenti di jalan.

Di lokasi berbeda, ratusan warga berkumpul menunggu pembagian bantuan sosial. Senyum dan rasa syukur terpancar ketika satu per satu paket sembako diserahkan oleh personel kepolisian.

Sebanyak 200 paket bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, purnawirawan Polri, serta warakawuri yang berada di wilayah hukum Polres Konawe Selatan.

Paket bantuan tersebut berisi beras lima kilogram, telur, minyak goreng, mi instan, dan sarden.

Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

Asniar, warga Desa Lerepako, menjadi salah satu penerima manfaat.

Dengan wajah bahagia, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polres Konawe Selatan.

“Terima kasih atas bantuan Polres Konsel, semoga Polri ke depan semakin maju lagi,” ujarnya.

Tidak hanya hadir sebagai pendamping kegiatan sosial, Bhayangkari Cabang Konawe Selatan juga tampil di garis depan dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Konawe Selatan Daerah Sulawesi Tenggara, Ny. Chily Febry Sam, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Konawe Selatan Ny. Mila Hartono, bersama jajaran Pengurus Cabang Bhayangkari Konawe Selatan.

Dengan penuh kehangatan, mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat, melayani proses distribusi beras SPHP, sekaligus memastikan program berjalan tertib dan tepat sasaran.

Sebanyak 4,5 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disiapkan untuk masyarakat sebagai bagian dari upaya membantu menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok.

Kehadiran Ny. Chily Febry Sam bersama para pengurus Bhayangkari di tengah-tengah warga menjadi simbol kepedulian keluarga besar Polri terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

 warga yang melintas tampak antusias memanfaatkan program tersebut karena dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Chily Febry Sam menegaskan bahwa Bhayangkari akan terus mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Baginya, semangat pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran Bhayangkari sebagai mitra strategis Polri dalam mendukung terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Ketua Bhayangkari, Wakil Ketua Bhayangkari, dan seluruh pengurus Bhayangkari Cabang Konawe Selatan pada kegiatan tersebut semakin memperlihatkan bahwa semangat “Polri untuk Masyarakat” tidak hanya diwujudkan oleh institusi kepolisian, tetapi juga tumbuh kuat dalam keluarga besar Polri yang terus bergerak bersama melayani dan membantu masyarakat.

Kegiatan itu memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan oleh anggota Polri, tetapi juga menjadi bagian dari semangat pengabdian keluarga besar kepolisian.

Menariknya, seluruh kegiatan tersebut lahir dari semangat gotong royong.

Pendanaan awal perbaikan jalan berasal dari swadaya personel Polres Konawe Selatan yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya.

Kepedulian itu kemudian mendapat dukungan dari sektor perbankan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dua bank BUMN, Bank Mandiri dan BRI, turut memberikan kontribusi berupa dukungan logistik dan material untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Ini merupakan kolaborasi Polres dengan mitra-mitra yang membantu menyediakan bahan, peralatan, serta dukungan swadaya dari anggota. Harapannya masyarakat Konawe Selatan, khususnya pengguna jalan, dapat merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini,” kata Kapolres.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui sinergi banyak pihak ketika kepedulian menjadi titik temu.

Bagi Polres Konawe Selatan, Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan institusional yang dirayakan dengan upacara dan seremoni. Momentum ini dimaknai sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat.

Karena itu, berbagai program yang dijalankan dirancang untuk menjawab kebutuhan yang benar-benar dirasakan warga.

Komitmen itu juga tidak berhenti pada kegiatan kali ini.

Polres Konawe Selatan telah mengidentifikasi sedikitnya 19 titik lubang di jalur poros menuju Wolasi yang akan menjadi sasaran perbaikan berikutnya menggunakan aspal panas.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada salah satu jalur penghubung penting antara Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan.

Pada akhirnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui operasi besar atau penindakan hukum yang spektakuler.

Kadang, pengabdian itu hadir dalam bentuk yang sangat sederhana.

Ia hadir dalam jalan yang lebih aman dilalui warga.

Ia hadir dalam paket sembako yang membantu kebutuhan dapur keluarga.

Ia hadir dalam beras murah yang meringankan pengeluaran rumah tangga.

Dan ia hadir dalam kesediaan mendengar serta merespons kebutuhan masyarakat sebelum keluhan berubah menjadi masalah yang lebih besar.

Di Konawe Selatan, pengabdian itu tampak nyata.

Di tengah debu jalan yang ditimbun, di antara antrean warga yang membeli beras murah, dan dalam senyum masyarakat yang menerima bantuan, makna sesungguhnya dari tema “Polri untuk Masyarakat” menemukan bentuknya yang paling sederhana sekaligus paling bermakna hadir, bekerja, dan memberi manfaat.

64 / 100 Skor SEO