“Info yang kita dapat, ini anak-anak disimpan dalam rumah. Dikunci dari luar, kemudian ini Siska sama pacarnya itu mereka pergi beli makan. Maunya pesan saja makanan, atau satu orang saja yang pergi, kenapa disimpan sendiri itu anak-anak kasihan,” ungkap R dengan nada kesal.

Lebih lanjut, R menyesalkan informasi yang ia terima terkait tindakan Siska dan Adi yang diduga lebih memilih menyelamatkan sepeda motor ketimbang mengevakuasi keempat balita yang terjebak kobaran api.

“Info yang kita dapat, Siska dengan Adi ini selamatkan dulu motor dari pada anak-anaknya. Makanya hanya dua orang yang bisa diselamatkan, ditambah dengan motornya itu. Kalau dia selamatkan dulu anak-anak, pasti tidak akan seperti ini,” ucap R dengan nada penuh penyesalan.

Menanggapi berbagai informasi yang beredar, termasuk video pengakuan balita SN yang viral, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Nirwan Fakaubun, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kebakaran tersebut. Sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga, telah dimintai keterangan.

“Penyebabnya masih kami dalami,” ujar AKP Nirwan Fakaubun saat dikonfirmasi terkait video pengakuan korban yang berinisial SN tersebut.

“Sudah ada beberapa saksi yang kita periksa. Untuk penyebab kebakaran, nanti kami sampaikan, masih penyelidikan. Intinya, masih ada yang akan dimintai keterangan, tetapi lagi berduka dan psikologis keluarga korban masih terganggu,” jelas AKP Nirwan Fakaubun secara terpisah.

Seperti yang diketahui, SK dan NM meninggal dunia di lokasi kejadian kebakaran pada Selasa (6/5). Sementara itu, NW (kembaran NM) menghembuskan napas terakhir di RS Hermina sehari setelahnya, pada Rabu (7/5). Korban selamat, SN, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Hermina.

Pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan resmi terkait penyebab kebakaran maupun dugaan adanya unsur kelalaian. Penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi yang merenggut nyawa tiga bocah malang tersebut. (red)

59 / 100 Skor SEO