KENDARI, – Gegap gempita pelaksanaan Konsolidasi Daerah Kesiapan Pilkada Serentak 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 11-13 Oktober 2024, menyisakan satu hal yang mencuri perhatian masyarakat.
Bukan soal hasil konsolidasi, melainkan sisa sampah yang berserakan di lokasi acara. Banyak pihak yang mengambil, sampah mengapa-sampah tersebut masih terserak beberapa hari setelah acara berakhir.
Kondisi tersebut memicu perbincangan di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat Kendari. Kritik bermunculan, menyoroti acara manajemen yang dinilai kurang memperhatikan aspek lingkungan, terutama pasca kegiatan berskala besar.
Mahfud Jasma, sosok di balik suksesnya penyelenggaraan acara ini, akhirnya angkat bicara. Ia mengakui ada keterlambatan dalam penanganan sampah, namun menegaskan bahwa proses pembersihan sudah dilakukan.
“Hari ini, sampah-sampah itu sudah dalam proses pembersihan oleh Dinas Kebersihan Kota Kendari,” ujarnya saat ditemui di sebuah kedai kopi di Kendari, Rabu, 16 Oktober 2024.



Tinggalkan Balasan