Konflik Tanah Melibatkan Aset Negara Bisa Berujung Masalah Hukum, Ini Penjelasan ATR/BPN
Bagikan
Konflik Tanah Melibatkan Aset Negara Bisa Berujung Masalah Hukum, Ini Penjelasan ATR/BPN
Redaksi
12 Agustus 2026 04:00
JAKARTA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap tiga kategori utama dalam konflik agraria dan Reforma Agraria. Menurutnya, status lahan menjadi faktor penting untuk menentukan mekanisme penyelesaian setiap konflik.
Hal tersebut disampaikan Nusron usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk membahas upaya penyelesaian konflik agraria dan Reforma Agraria di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Nusron menjelaskan, konflik agraria dapat berkaitan dengan kawasan hutan, aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun aset pemerintah atau Barang Milik Negara (BMN), serta lahan yang dimiliki pihak swasta.
“Konflik agraria dan Reforma Agraria itu ada tiga kategori. Pertama, konflik yang berkaitan dengan kawasan hutan. Kedua, konflik yang berbenturan dengan aset BUMN maupun aset pemerintah atau BMN. Ketiga, konflik yang berkaitan dengan aset atau lahan milik swasta,” ujar Nusron.
Menurutnya, perbedaan status lahan tersebut menentukan langkah yang dapat ditempuh pemerintah. Konflik yang melibatkan lahan milik swasta dinilai memiliki ruang penyelesaian yang relatif lebih fleksibel karena pemerintah dapat mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa dan menelusuri kesesuaian perizinannya.
“Kalau benturan dengan swasta relatif mudah kita selesaikan. Kita panggil swastanya. Kalau tidak ada pelanggaran atau tidak sesuai aturan, izinnya kita cabut,” jelas Nusron.
Namun, penanganan konflik yang berkaitan dengan aset BUMN maupun aset negara memiliki kompleksitas tersendiri. Pemerintah harus mempertimbangkan aspek hukum dan pengelolaan keuangan negara sebelum mengambil keputusan terkait status aset tersebut.
“Menjadi masalah kalau itu adalah klaim dengan aset BUMN maupun aset milik negara, TNI, Polri. Karena itu ada komplikasi hukum. Ada hukum keuangan negara dan sebagainya. Kalau kita lepas, maka itu akan menjadi isu korupsi,” katanya.
Sementara itu, konflik agraria yang terjadi di kawasan hutan juga memiliki mekanisme penyelesaian tersendiri. Menurut Nusron, apabila lahan yang menjadi objek konflik berada dalam kawasan hutan, proses penyelesaiannya harus mengikuti ketentuan mengenai pelepasan kawasan hutan.
“Kalau dengan hutan, ya nanti harus dilepaskan hutannya,” tutur Nusron.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa. Pertemuan juga diikuti Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) serta sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait.
Dalam rakor tersebut, pemerintah dan DPR membahas upaya penyelesaian konflik agraria sekaligus pelaksanaan Reforma Agraria dengan mempertimbangkan karakteristik serta status lahan yang menjadi objek persoalan.
Nusron hadir didampingi Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari, Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Iljas Tedjo Prijono, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Lampri, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN.
(MW/YZ)
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA
Seberapa puas Anda terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara?
Provinsi Sulawesi Tenggara — Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Hasil sementara · 42 responden
Sangat puas28.6%
12 suara
Puas14.3%
6 suara
Cukup puas9.5%
4 suara
Kurang puas16.7%
7 suara
Tidak puas31%
13 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Agar dapat menggerakkan perekonomian maka perlu pembenahan secara menyeluruh infrastruktur terutama jalan agar ekonomi masyarakat dapat berjalan lancar dan stabilitas harga pangan pokok dapat di jaga
Alhamdulillah...baxk perubahan utk sistem pemerintahan saat ini, penerapan meritokrasi memberikan kesempatan sekaligus peluang buat siapapun y bekerja ikhlas, semoga semua aspek bisa tersentuh dan terlaksana dgn baik.... Allah maha baik, insyaallah niat tulus dr bpk gub Sultra dibalas dgn kebaikan.
Bidang: Transparansi dan akuntabilitas · 10 Sep 2026
Seluruh saran yang telah disetujui ditampilkan di bawah ini.
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Wilayah: Kota Kendari
Perbaikan jalan ,jembatan dan drainase sangat urgen untuk di laksanakan Karena akan berdambapk besar terhadap masyarakat terutama masuk musin penghujan
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 11 Sep 2026
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA
Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Konawe?
Kabupaten Konawe — Yusran Akbar
Hasil sementara · 5 responden
Sangat puas20%
1 suara
Puas20%
1 suara
Cukup puas20%
1 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas40%
2 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Seluruh saran yang telah disetujui ditampilkan di bawah ini.
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Di Tahun ke-12 Muna Barat, harusnya Penyelesaian pembangunan kantor bupati harus menjadi prioritas karena ini akan menjadi ikon Muna Barat kedepannya
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 11 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Tetap memprioritaskan kegiatan yang bersangkutan dengan kebutuhan langsung masyarakat
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 11 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Dalam kepemimpinan bapak bupati la Ode Darwin kami masyarakat sangat puas dan semoga kedepannya lebih baik lagi dan bisa membawa masyarakat muna barat lebih sejahtera
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
terus semangat untuk membangun muna barat menuju liwu mokesa
Bidang: Ekonomi dan lapangan kerja · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Segera dibuka lapangan Kerja
Bidang: Ekonomi dan lapangan kerja · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Idealnya TPP Di kurangi, dahulukan pembangunan infrastruktur dasar pemerintahan dan jalan. Setelah semua kelar, TPP bisa dikembalikan atau ditingkatkan
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Perbaikan infrastruktur jalan sangat penting bagi kami masyarakat, terutama di desa kami (desa laworo kecamatan tiket) sama sekali belum tersentuh sejak mekarnya kabupaten muna barat 🙏🙏
Terimakasih pak bupati untuk evaluasi kinerja lainnya yang telah bapak evaluasi dan realisasi, semoga kedepannya bapak terus jadi pribadi yang bijaksana dan tulus kepada kami warga muna barat seperti sekarang 🙏🙏
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Jalan menuju rumah sakit dari arah nihi lombujaya mohon diperhatikan.
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Kesejahteraan guru honorer
Bidang: Pendidikan · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Yg utama infrastruktur dan jalan karna yg paling di butuhkan masyarakat.
Bidang: Infrastruktur dan pembangunan · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Ditingkatkan lagi Fasilitas Sarana dan prasarananya
Bidang: Pelayanan publik · 10 Sep 2026
Pembaca Perdetiknews
Ditujukan kepada: La Ode Darwin
Wilayah: Kabupaten Muna Barat
Programnya sangat menyentuh kemasyarakat
10 Sep 2026
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA
Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Kolaka ?
Kabupaten Kolaka — H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Hasil sementara · 6 responden
Sangat puas0%
0 suara
Puas66.7%
4 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas16.7%
1 suara
Tidak puas16.7%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Tinggalkan Balasan