MANGGARAI BARAT – Komisi XII DPR RI meminta pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) memastikan pasokan energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga setelah gempa. Ketersediaan listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG dinilai penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah masa tanggap darurat.

Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng menyampaikan permintaan itu saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi XII DPR RI di Pelabuhan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (17/9/2026). Pernyataan tersebut dikutip dari E-Media DPR RI yang diterbitkan pada Sabtu (19/9/2026).

Melchias mengatakan kapasitas pasokan listrik di NTT saat ini masih berada di atas kebutuhan masyarakat. Namun, gangguan akibat gempa membuat percepatan pemulihan jaringan listrik menjadi hal penting, terutama untuk mendukung rumah tangga, sekolah, dan kegiatan masyarakat.

“Yang pasti, listrik di Provinsi NTT itu suplainya cukup. Jadi antara suplai dan kebutuhan masih ada lebih. Sekarang masalahnya pada saat gempa, listrik ini sangat diperlukan untuk rumah tangga, sekolah, dan kegiatan masyarakat. Kami minta agar segera diselesaikan,” ujar Melchias.

Politikus Fraksi Partai Golkar itu juga mengapresiasi PT PLN (Persero) yang dinilai mampu memulihkan layanan dengan cepat setelah terjadi gangguan akibat gempa. Meski demikian, ia meminta keberlanjutan pasokan operasional PLN tetap dijaga agar tidak terjadi pemadaman yang dapat menimbulkan keresahan maupun informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.