KENDARI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara menyoroti dampak lalu lintas pembangunan Terminal Khusus (TUKS) dan Packing Plant Semen Conch di Kendari.
Mobilitas kendaraan proyek hingga jalur distribusi semen menjadi perhatian untuk mencegah kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) di Kafe Mauki, Kendari, Rabu (7/10/2026).
Rapat tersebut melibatkan Dinas Perhubungan Kota Kendari, Satlantas Polresta Kendari, PT Conch North Sulawesi Cement, dan CV Dalletama Engineering selaku konsultan.
Dalam rapat itu, Ditlantas menekankan pentingnya pengaturan kendaraan sejak tahap konstruksi hingga operasional.
Pembahasan mencakup lokasi pengambilan material, jalur angkutan, serta waktu keluar-masuk kendaraan di kawasan proyek.
Setiap lokasi pengambilan material juga diminta memiliki perizinan yang jelas dan dicantumkan dalam dokumen pemenuhan Andalalin.
Saat memasuki tahap operasional, kendaraan distribusi semen diarahkan menghindari kawasan Pasar Lapulu. Penggunaan Jalan 40 turut dipertimbangkan sebagai alternatif jalur untuk mengurangi beban lalu lintas di kawasan padat aktivitas masyarakat.
Tak hanya soal lalu lintas, perusahaan juga diminta mengendalikan dampak lingkungan selama pembangunan.
Langkah yang menjadi perhatian antara lain menyediakan fasilitas pencucian roda kendaraan, memasang terpal pada truk pengangkut material, serta menyiapkan mobil tangki air untuk menekan debu.
Pihak perusahaan menyatakan siap menindaklanjuti masukan dalam rapat koordinasi dan melengkapi persyaratan yang telah disampaikan.
Ditlantas Polda Sultra menegaskan, pembangunan dan investasi harus berjalan beriringan dengan keselamatan pengguna jalan, ketertiban lingkungan, serta kenyamanan masyarakat di sekitar kawasan proyek.
Editor: Xan




Tinggalkan Balasan