KENDARI – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua, resmi meluncurkan program Pasar Murah sebagai bagian dari quick win 100 hari kerja mereka. Program ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan di delapan kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara, dimulai pada Kamis, 20 Maret 2025.

Pelaksanaan program ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga barang kebutuhan pokok serta barang penting di wilayah Sulawesi Tenggara. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

Pasar murah pertama diselenggarakan di Tugu Religi eks MTQ Kota Kendari dengan melibatkan 14 distributor, serta berbagai organisasi, seperti PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Dekranasda Sultra, dan BKMT Sultra.

Salah satu peserta pasar murah, Yayasan Al Hanan Farm, yang bergerak di bidang peternakan ayam ras petelur, turut serta dengan menyediakan telur ukuran besar seharga Rp 50 ribu per rak.

Selain di Kota Kendari, pasar murah juga akan digelar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, dan Buton Utara. Pemerintah memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar sehingga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.