JAKARTA, perdetiknews.com – Tekanan berat yang melanda mata uang nasional kian mengkhawatirkan pada pertengahan perdagangan hari ini.

Merujuk data pasar spot pada perdagangan Senin siang (8/6/2026), nilai tukar rupiah terpantau kian terperosok hingga menyentuh level Rp18.201 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi ini menunjukkan pelemahan tajam sebesar 165 poin atau setara 0,91 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Mata uang Garuda sebenarnya sudah menunjukkan sinyal lesu sejak pembukaan pasar, di mana posisinya sempat tertahan di angka Rp18.170 per dolar AS atau terkoreksi 134 poin (0,75 persen), sebelum akhirnya tergelincir makin dalam pada pukul 13.48 WIB.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjandra, menegaskan bahwa kejatuhan rupiah ke level Rp18.201 ini merupakan kondisi krusial yang tidak bisa dianggap normal lagi oleh otoritas moneter maupun pemerintah.