KENDARI, perdetiknews.com – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan roda pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. Sebagai kepala daerah, dirinya menyatakan memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi contoh nyata bagi lebih dari 7.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Kendari.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota saat menjadi narasumber dalam kegiatan Tayang Bincang Anindhacitya Edisi VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam format podcast di Library Cafe BPKP Sultra tersebut mengangkat tema “Leading by Example: Tone at the Top sebagai Penggerak Budaya Anti-Korupsi”. Acara ini turut menghadirkan Kepala Perwakilan BKN/BPKP Sultra, Hari Bowo, sebagai naratama, serta auditor ahli pertama BPKP Sultra, Fahmi Nur Safarlatif, selaku moderator.

“Integritas harus dimulai dari pemimpinnya. Sebagai kepala daerah, saya harus menjadi teladan bagi seluruh ASN. Karena itu, Pemerintah Kota Kendari telah menerbitkan sejumlah kebijakan dan peraturan wali kota yang berkaitan dengan pencegahan korupsi, mulai dari upaya preventif hingga pemberian sanksi tegas terhadap pelanggaran,” ujar Siska Karina Imran.

Senada dengan hal itu, Kepala Perwakilan BPKP Sultra, Hari Bowo, mengamini bahwa keberhasilan membangun budaya antikorupsi di daerah tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan regulasi dan ketatnya sistem pengawasan, melainkan dari keteladanan pimpinan tertinggi (tone at the top). Atmosfer etis yang dibangun konsisten melalui karakter, kebijakan, dan komitmen moral pimpinan diyakini akan merembes hingga ke level staf terbawah.