Warga Dusun Subar dilaporkan harus berhati-hati ekstra saat melintasi jalan ini. Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling rentan tergelincir, sementara mobil dengan ground clearance rendah berpotensi terjebak dalam lumpur.
Kondisi ini secara signifikan menghambat aktivitas harian warga, mulai dari mengangkut hasil bumi, pergi ke sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Himpunan Pelajar dan Pemuda Kabaena Barat (HIPPMAKABAR) Kendari telah menyuarakan keprihatinan atas kondisi ini dan mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan perbaikan.
Kondisi jalan yang terlihat dalam dokumentasi HIPPMAKABAR dan pantauan terkini di lapangan memperkuat urgensi permintaan tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan melihat kondisi jalan kami. Sudah bertahun-tahun kami kesulitan akibat jalan rusak ini, apalagi kalau hujan seperti ini, benar-benar seperti kubangan,” ujar salah seorang warga Dusun Subar yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini menjadi gambaran nyata tantangan infrastruktur yang dihadapi masyarakat di daerah terpencil. Aksesibilitas yang buruk tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi melumpuhkan perekonomian dan kualitas hidup warga.
Pemerintah daerah diharapkan segera merespons keluhan warga dan HIPPMAKABAR dengan tindakan nyata berupa perbaikan jalan yang memadai di Dusun Subar, Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat. (red)



Tinggalkan Balasan