Sulawesi Tenggara, — Menjelang pelantikan Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 20 Februari 2025, sebuah tim asistensi yang terdiri dari enam individu terpilih mulai bekerja.

Tim ini dibentuk untuk memastikan kelancaran transisi pemerintahan serta kelanjutan program-program yang telah disusun oleh penjabat gubernur.

Tim asistensi tersebut dibentuk usai ASR dan Hugua ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra pada Kamis, 6 Februari 2025. Sebagai upaya strategis untuk memastikan keberlanjutan program kerja, tim yang memiliki komposisi akademisi dan praktisi ini akan memastikan bahwa berbagai kebijakan yang ada dapat dilaksanakan dengan baik setelah pelantikan.

Andi Sumangerukka sebelumnya mengungkapkan bahwa tim ini akan berfokus pada penguatan dan penyempurnaan program-program yang telah ada. “Kami ingin memastikan bahwa program-program ini berjalan mulus pasca-pelantikan, dan tim asistensi ini memainkan peran penting dalam hal tersebut,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, tim memaparkan 15 program prioritas yang akan dijalankan dalam 100 hari pertama kerja pemerintahan Andi Sumangerukka-Hugua. Ke-15 program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.