“Dilarang, jangan dipasang ini. Orangnya sudah keberatan,” ujar pria tersebut sambil meminta klarifikasi dari pihak toko mengenai siapa oknum yang memesan papan bunga tersebut. Karyawati toko tampak mencoba memeriksa data pesanan untuk mencari tahu identitas pemesan asli yang mencatut nama mantan orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia tersebut.
Hingga saat ini, belum diketahui motif di balik pencantuman nama tokoh nasional tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat mengenai pentingnya konfirmasi dalam penggunaan nama tokoh publik untuk menghindari kesalahpahaman. (red)
Baca Juga:



Tinggalkan Balasan