Peringatan Siska sejalan dengan evaluasi dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Papua. Diketahui, bobot penilaian tertinggi Adipura justru berada di kawasan pemukiman (19,61 persen), yang sangat bergantung pada edukasi di tingkat Kelurahan, RT, dan RW.
Namun, Siska juga menyoroti kebersihan di lingkungan kantor masing-masing OPD. Menurutnya, kepedulian pimpinan instansi terhadap kebersihan lingkungan kerja adalah cerminan dari komitmen mereka terhadap visi besar pemerintah kota.
“Kebersihan lingkungan kantor mencerminkan kepedulian pimpinannya. Jangan sampai di kantor sendiri saja sampahnya tidak terurus, lalu berharap kota ini bersih,” sentil Siska.
Berdasarkan evaluasi sementara, Kota Kendari saat ini mengantongi nilai 59. Angka ini terbagi dalam beberapa komponen:
-
Pengelolaan dan Kebijakan: 17 poin.
-
SDM dan Fasilitas: 21,06 poin.
-
Capaian Kinerja: 25,48 poin.
Siska berharap melalui evaluasi ini, seluruh OPD mulai bergerak masif memperkuat Bank Sampah Unit dan mendorong masyarakat memilah sampah dari sumbernya. Ia menargetkan adanya perbaikan signifikan dalam beberapa bulan ke depan guna menyongsong penilaian Adipura yang lebih maksimal. (red)



Tinggalkan Balasan