Menurut Fadlul, kemampuan BPKH dalam menanggung sebagian biaya haji tidak terlepas dari inovasi dalam mengelola dana umat. Salah satu langkah strategis adalah mendirikan anak usaha di ekosistem perhajian sejak 2023.
“Saat ini, BPKH Limited telah mengelola sejumlah aset produktif berupa hotel di Mekkah, Madinah, dan Jeddah. Keuntungan dari aset ini digunakan sepenuhnya untuk menambah nilai manfaat bagi kepentingan jemaah haji Indonesia,” jelasnya.
Fadlul memastikan BPKH siap melaksanakan keputusan pemerintah dan DPR, termasuk penyediaan dana secara tepat waktu untuk mendukung penyelenggaraan haji.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan menjaga keberlanjutan dana haji yang dikelola secara profesional,” pungkasnya. (red)



Tinggalkan Balasan