KONAWE UTARA – Harapan besar masyarakat di kawasan pedesaan untuk menikmati akses transportasi yang layak akhirnya mulai menemui titik terang. Proyek perbaikan dan pengerasan jalan penghubung antar-desa, yakni di Desa Lameruru dan Desa Ngapa Inia, Kabupaten Konawe Utara, kini tengah intensif dikebut.

Langkah taktis ini digulirkan secara langsung oleh perusahaan pertambangan setempat, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE)—atau yang dikenal luas sebagai PT AKP—sebagai bagian dari program bantuan kemasyarakatan (Corporate Social Responsibility).

Pengerjaan fisik yang menyasar jalur pemukiman dan area ibadah tersebut merupakan respons langsung pihak korporasi setelah menangkap adanya gelombang keluhan serta aspirasi dari masyarakat lingkar tambang dalam beberapa bulan terakhir.

Melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah dan pihak Kecamatan, perbaikan ini diharapkan mampu memulihkan urat nadi perekonomian lokal yang sempat tersendas akibat rusaknya akses jalan.

Di balik deru mesin alat berat yang kini meratakan tanah, proyek pengerasan jalan ini tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur biasa. Ini adalah bukti nyata bagaimana kehadiran investasi skala nasional mampu bertransformasi menjadi mitra strategis yang bergerak cepat menjawab kebutuhan riil masyarakat di sektor pinggiran.

Semua bermula pada Sabtu (5/7/2026) siang. Di bawah terik matahari, suasana di Desa Lameruru dan Ngapa Inia mendadak riuh oleh kedatangan armada berat milik perusahaan.

Deretan motor grader, vibratory roller (stoom/compactor), dozer, hingga ekskavator mulai bergerak teratur memadatkan hamparan batu pecah (base).

Bagi warga setempat, kehadiran alat-alat berat ini adalah angin segar yang sudah lama dinantikan. Nur (45), seorang ibu rumah tangga yang kediamannya tepat berada di sisi jalan, tak mampu menyembunyikan rasa leganya saat melihat debu dan lumpur di depan rumahnya mulai diatasi.

“Alhamdulillah, kami warga di sini sangat bersyukur. Biasanya kalau kemarau debunya masuk sampai ke dalam rumah, kalau hujan jalanan licin sekali sampai anak-anak susah lewat kalau mau pergi sekolah. Sekarang sudah dilapisi batu begini jadi jauh lebih rapi,” ungkap Nursiah dengan mata berbinar.

Dampak positif dari kemitraan strategis ini juga langsung menyentuh urat nadi perekonomian warga yang mayoritas bergantung pada sektor agraria. Iwan (38), seorang petani lokal, mengisahkan bagaimana rusaknya infrastruktur selama ini kerap mencekik pendapatan mereka akibat melonjaknya biaya logistik.

“Kalau jalannya bagus begini, ongkos angkut hasil panen ke kota jadi lebih murah dan cepat. Kami tidak perlu khawatir lagi hasil bumi rusak di jalan,” urai Irawan.

Rasa aman dan nyaman juga kini dirasakan oleh para pelaju harian, seperti Siti  (34), seorang guru honorer yang setiap hari harus bertaruh keselamatan melewati jalur pemukiman tersebut menuju sekolah.

“Setiap hari saya lewat sini bawa motor. Dulu kalau habis hujan, seragam sering kecipratan air lumpur dari ban. Sekarang jalannya sudah padat, dilewati juga terasa mulus,” tuturnya.

Merespons sentimen positif tersebut, Manager Eksternal PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), Oka Sitompul, menegaskan bahwa komitmen perusahaan memang didesain untuk memberikan dampak langsung yang berkelanjutan bagi desa-desa di lingkar tambang.

“Beberapa bulan terakhir memang ada keluhan dari masyarakat, sehingga perusahaan mengambil langkah untuk memperbaiki jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat. Ini menjadi program perusahaan untuk bantuan ke desa lingkar tambang,” ujar Oka Sitompul saat dikonfirmasi pada Minggu malam.

Oka menambahkan, selain mengerahkan alat-alat utama dari korporasi dan memanfaatkan material dari quarry sendiri, emiten berkode saham NICE ini juga sudah mulai merancang cetak biru jangka panjang agar jalan pemukiman ini bisa ditingkatkan statusnya melalui kolaborasi multi-pihak.

“Untuk rencana jangka panjang, AKP akan coba berkolaborasi dengan perusahaan lingkar tambang (lainnya) dan pihak pemerintah,” tambah Oka terkait wacana pengaspalan atau betonisasi ke depan.

Langkah cepat dan solutif ini dibaca sebagai sebuah momentum kemitraan yang sehat oleh Tokoh Masyarakat Desa Lameruru, Suratman. Baginya, tindakan PT AKP hari ini menjadi contoh konkret bagi dunia usaha bahwa investasi dan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.

“Apa yang dilakukan PT AKP hari ini adalah bentuk komitmen yang patut di apresiasi. Ketika masyarakat membutuhkan tindakan nyata, perusahaan hadir dan langsung melakukan perbaikan jalan. Ini menjadi contoh bahwa persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui tanggung jawab dan kepedulian,” ujar Suratman secara mendalam.

Suratman menegaskan bahwa perjuangan masyarakat selama ini murni demi menuntut hak atas infrastruktur yang layak, dan respons yang ditunjukkan PT AKP membuktikan bahwa perusahaan menaruh hormat yang tinggi pada hak-hak tersebut.

Pada akhirnya, pengerjaan jalan di Desa Lameruru dan Ngapa Inia ini menjadi bukti otentik di lapangan: bahwa kehadiran PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) bukan hanya tentang aktivitas industri, melainkan tentang membangun kepercayaan publik dan menegaskan posisi perusahaan sebagai mitra strategis sejati dalam mendorong kemajuan di Kabupaten Konawe Utara.

(det/daerah)

16 / 100 Skor SEO