KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn.) H. Andi Sumangerukka, SE.,MM., mendorong penguatan rumah sakit milik pemerintah daerah agar mampu menjadi pusat rujukan regional untuk menangani penyakit jantung dan kanker.
Penguatan tersebut diarahkan pada dua fasilitas kesehatan strategis di Sultra, yakni RSUD Bahteramas dan RS Jantung, Pembuluh Darah dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo di Kendari.
Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, M, mengatakan Bahteramas telah memiliki sejumlah fasilitas dan tenaga medis yang mendukung pelayanan penyakit jantung dan kanker. Sementara Oputa Yi Koo terus dikembangkan sebagai pusat layanan spesialistik jantung.
“RSUD Bahteramas sebenarnya sudah siap jadi rujukan regional untuk penanganan jantung dan kanker,” kata Andi Edy dalam wawancara di ruang kerjanya.
Untuk layanan kanker, Bahteramas telah memiliki dokter spesialis yang menangani sejumlah kasus, termasuk bedah tumor, kanker serviks dan kanker darah.
Penguatan layanan kanker tidak berhenti pada tenaga spesialis. Pemprov Sultra juga tengah mengupayakan pengadaan alat radioterapi untuk RSUD Bahteramas.
Andi Edy mengatakan fasilitas tersebut diharapkan dapat tersedia pada tahun depan.
“Untuk kanker kan ada kemoterapi dan radioterapi. Sekarang kita upayakan alat radioterapi, mudah-mudahan tahun depan sudah ada,” ujarnya.
Selain layanan kanker, Bahteramas juga telah memiliki sejumlah fasilitas penunjang medis, seperti Cath Lab, MRI dan CT Scan.
Dengan tambahan radioterapi, kemampuan Bahteramas dalam memberikan layanan kanker diharapkan semakin lengkap.
Sementara itu, penguatan layanan jantung dipusatkan di RSJPDO Oputa Yi Koo.
Pada Mei 2026, rumah sakit tersebut telah mulai memberikan layanan Intervensi Non Bedah (INB) jantung. Layanan ini menjadi bagian dari penguatan sistem rujukan jantung di Sultra dan melibatkan jejaring rumah sakit daerah.
RSJPDO Oputa Yi Koo juga telah mencatat keberhasilan melakukan operasi bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) terhadap pasien pada Juni 2026. Layanan tersebut memperlihatkan perkembangan kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus jantung kompleks di Sultra.
Penguatan tersebut penting karena masyarakat Sultra kini memiliki akses yang semakin dekat terhadap layanan jantung spesialistik, sehingga kebutuhan rujukan ke luar daerah seperti Makassar atau Jakarta dapat ditekan.
Pengembangan Bahteramas dan Oputa Yi Koo menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih kuat di Sultra.
Bahteramas memiliki peran penting dalam layanan rujukan umum dan pengembangan layanan kanker, sedangkan Oputa Yi Koo memiliki fokus kuat pada penyakit jantung, pembuluh darah dan otak.
Dengan pembagian dan penguatan fungsi tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu selalu keluar daerah ketika membutuhkan penanganan penyakit serius.
Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya Pemprov Sultra memperkuat jejaring rujukan. Pada penguatan layanan jantung Oputa Yi Koo, kerja sama jejaring layanan telah melibatkan rumah sakit daerah di kabupaten dan kota se-Sultra.
Andi Edy mengatakan Gubernur Andi Sumangerukka memberikan perhatian besar terhadap sektor kesehatan, termasuk peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan rumah sakit.
Menurutnya, penguatan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan tersedianya tenaga spesialis, teknologi medis dan sistem rujukan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi penting bagi Sultra yang memiliki wilayah kepulauan dan tantangan geografis cukup besar.
Jika layanan rujukan semakin kuat di dalam provinsi, pasien dari kabupaten maupun wilayah kepulauan dapat memperoleh penanganan lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan panjang ke luar Sultra.
Penguatan Bahteramas dan Oputa Yi Koo pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan yakni mendekatkan layanan kesehatan berteknologi tinggi kepada masyarakat Sultra.
Untuk penyakit kanker, keberadaan tenaga spesialis ditambah rencana pengadaan radioterapi akan memperkuat kemampuan Bahteramas.
Sementara untuk penyakit jantung, Oputa Yi Koo telah mulai mengembangkan layanan intervensi hingga operasi jantung terbuka.
Dengan dua rumah sakit tersebut terus diperkuat, Sultra perlahan membangun ekosistem layanan kesehatan rujukan yang lebih lengkap.
Bagi masyarakat, penguatan itu bukan sekadar soal bertambahnya fasilitas rumah sakit. Lebih dari itu, kebijakan ASR membuka peluang agar pasien Sultra dapat memperoleh penanganan penyakit jantung dan kanker yang semakin lengkap tanpa harus selalu dirujuk keluar daerah.
Editor: San



Tinggalkan Balasan