JAKARTA, PERDETIKNEWS.COM – Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpotensi berkembang menjadi persoalan politik yang lebih luas. Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Muradi, Ph.D., mengungkap dugaan adanya keterlibatan pihak sipil, termasuk seorang Ketua Umum partai politik besar yang telah lama menjabat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Muradi dalam episode terbaru program On Point with Adisty, Jumat 6 Nov 2026.
Dalam diskusi itu, ia membahas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, tokoh politik, jurnalis, hingga pengusaha.
- Perkuat Koperasi Merah Putih, Dinas Koperasi Sultra Siapkan 1.035 Bendahara Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi
- Rusmin Abdul Gani Dorong Penertiban Satgas PKH Berjalan Seiring Perlindungan Ekonomi Masyarakat Sultra
- PT ANI, PT AMI hingga PT AMID Masuk Penyidikan, Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Nikel Sultra
Menurut Muradi, kasus tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas penyadapan, tetapi juga perlu didalami dari sisi penyalahgunaan kewenangan dan kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik operasi tersebut.
Ia menilai penyidik Bareskrim Polri perlu mengungkap apakah aktivitas penyadapan yang diduga melibatkan Listyo Sigit Prabowo dilakukan atas inisiatif pribadi atau berdasarkan perintah pihak lain.
Related posts:
- Dukungan Komunitas Masyarakat di Kolaka Utara untuk ASR, Pemimpin yang Diharapkan
- Representasi pemuda Muna: Menjaga Sultra dari Gejolak Politik Identitas di Pilkada 2024
- Bank Sultra Jadi Sponsor Utama “Amazing Sultra Run 2025”
- Siaga 1 Warga Korumba-Mandonga Jelang 15 Oktober 2025, Lahan SHM Terancam Eksekusi Putusan Sengketa HGU
Berita Terkait




Tinggalkan Balasan