KENDARI, PERDETIKNEWS.COM — Membangun rumah tangga yang bahagia tidak cukup hanya dengan rasa cinta. Komunikasi, kesabaran, kemampuan memahami pasangan, serta kemauan untuk terus belajar menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM saat menghadiri seminar bertema “Menjadi Soulmate: Memahami Diri, Memahami Pasangan, dan Membangun Hubungan yang Bahagia” yang menghadirkan pakar komunikasi keluarga dr. Aisah Dahlan.

Kegiatan yang digelar Lazuardi Ibnu Sina Kendari tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (2/9/2026).

Dalam sambutannya, Siska mengapresiasi pelaksanaan seminar yang dinilai dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan ruang pertama bagi setiap orang untuk belajar memahami perasaan, berkomunikasi, menghargai perbedaan dan membangun hubungan yang sehat.

“Menjadi pasangan yang baik bukan berarti harus selalu sepakat dalam satu hal. Justru perbedaan adalah bagian dari kehidupan. Yang terpenting bagaimana kita belajar memahami perbedaan tersebut, menyampaikan perasaan dengan cara yang baik, dan tetap saling menghargai,” ujar Siska.

Siska mengatakan perjalanan rumah tangga tidak selalu berjalan dalam situasi yang sama. Perbedaan karakter, pemikiran maupun kebutuhan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan pasangan.

Karena itu, menurutnya, rasa cinta perlu dibarengi kemampuan memahami pasangan.

Komunikasi yang baik, kata Siska, menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan agar tidak mudah diwarnai kesalahpahaman.

Selain komunikasi, pasangan juga membutuhkan kesabaran dan kemauan untuk terus belajar mengenali satu sama lain.

“Dalam membangun keluarga bahagia, cinta perlu dibarengi pemahaman, komunikasi, kesabaran, serta kemauan untuk terus belajar memahami pasangan dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Tidak hanya berbicara mengenai pasangan, Siska juga mengingatkan pentingnya seseorang memahami dirinya sendiri.

Menurutnya, mengenali emosi, kekuatan, kelemahan dan kebutuhan diri dapat membantu seseorang membangun komunikasi yang lebih sehat dengan orang-orang terdekat.

Kemampuan tersebut juga diperlukan ketika menghadapi perbedaan dalam rumah tangga.

Seseorang yang mampu memahami kondisi dirinya, kata Siska, akan lebih mudah mengelola emosi dan menyampaikan perasaan dengan cara yang baik kepada pasangan.

Lebih jauh, Siska menilai keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak.

Rumah menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal kasih sayang, komunikasi, tanggung jawab serta berbagai nilai kehidupan.

Karena itu, keluarga dengan komunikasi yang sehat akan menciptakan suasana yang nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Dari keluarga yang kuat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, empati dan kemampuan membangun hubungan yang sehat.

“Bagi Pemerintah Kota Kendari, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, ekonomi maupun pelayanan publik. Pada akhirnya pembangunan adalah tentang manusia,” kata Siska.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan keluarga juga menjadi bagian dari pembangunan manusia.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak tidak hanya memahami pasangan, tetapi terlebih dahulu mengenali diri sendiri agar mampu membangun komunikasi dan hubungan yang lebih sehat di dalam keluarga.

Pada akhirnya, keluarga yang harmonis bukan berarti keluarga tanpa perbedaan. Keharmonisan justru dibangun dari kemampuan menghadapi perbedaan dengan komunikasi, kesabaran dan saling menghargai.

Reporter: Ixan
11 / 100 Skor SEO