JAKARTA, perdetiknews.com – Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung resmi menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT), Andri Mulyono (AM), sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan mega korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Andri Mulyono langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan setelah terbukti melakukan praktik lancung berupa penggelembungan (markup) harga dalam proyek pengadaan motor listrik operasional di Badan Gizi Nasional (BGN).

“AM melakukan penggelembungan harga atau markup untuk setiap unit motor listrik,” tegas Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, kepada wartawan di Gedung Menara Kartika Kejagung, Jakarta.

Syarief membeberkan bahwa draf markup tersebut sengaja dirancang oleh tersangka AM agar harga pasar motor listrik itu terkondisikan mendekati nilai pagu anggaran fantastis yang telah disiapkan oleh pihak BGN. Berdasarkan draf penyidikan, Andri Mulyono diduga kuat telah melakukan mufakat jahat untuk mengatur Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bersama dengan oknum internal di lingkungan BGN.

Selain memanipulasi draf HPS, Kejagung membongkar fakta mengejutkan bahwa PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT) sebenarnya sama sekali belum memenuhi kualifikasi hukum standar untuk bertindak sebagai vendor pengadaan motor listrik bagi Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG.