Kendari – Masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) harus lebih jeli membandingkan harga belanjaan di tengah bulan Ramadhan. Data terbaru PIHPS Nasional menunjukkan adanya ketimpangan harga yang signifikan antara pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Sultra per hari ini.
Dikutip detikcom dari laman resmi PIHPS, Kamis (12/3/2026), komoditas Telur Ayam Ras Segar di pasar modern Sultra mengalami kenaikan sebesar 3,99% atau naik Rp 1.500 menjadi Rp 39.050 per kg . Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga di pasar tradisional yang berada di level Rp 34.100 per kg .
Anomali paling menarik terlihat pada kelompok cabai. Jika di pasar tradisional nasional harga Cabai Rawit Merah melonjak, di pasar modern Sultra harga semua jenis cabai malah “terjun bebas”. Tak tanggung-tanggung, Cabai Merah Keriting di pasar modern anjlok hingga 45,84% ke harga Rp 57.900 per kg .
Senasib, Cabai Rawit Hijau di pasar modern Sultra juga didiskon besar-besaran hingga 41,16% menjadi Rp 62.900 per kg . Padahal, di pasar tradisional jenis cabai ini masih bertengger di kisaran Rp 53.150 per kg dengan tren penurunan yang lebih tipis.
“Kenaikan harga di beberapa sektor seperti beras kualitas bawah dan medium masih terkendali di angka 0,3% hingga 6%,” tulis laporan PIHPS wilayah Sultra.



Tinggalkan Balasan