Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini.
Program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 13 ribu pelajar melalui berbagai kegiatan edukasi sepanjang tahun 2026.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan salah satu kegiatan utama adalah Hari Indonesia Menabung yang akan digelar di Kabupaten Konawe dengan melibatkan sekitar 3.000 pelajar.
“Program ini bertujuan menanamkan budaya menabung serta meningkatkan pemahaman pelajar terhadap layanan keuangan formal,” kata Bismi.
Selain itu, OJK juga akan menggelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK) pada Oktober mendatang dengan target menjangkau 10 ribu peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Menurut Bismi, kegiatan literasi dan inklusi keuangan menjadi strategi penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang aman dan legal.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Briefing Triwulanan dan Rapat Koordinasi Satgas PASTI yang membahas perkembangan industri jasa keuangan, kinerja OJK, serta penanganan aktivitas keuangan ilegal, Kamis (5/3/2026).
“OJK terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus menghindari praktik investasi ilegal,” ujarnya. (red)



Tinggalkan Balasan