TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan pernyataan resmi yang menggetarkan wilayah Timur Tengah tak lama setelah televisi pemerintah mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. IRGC bersumpah akan memburu dan menghukum pihak-pihak yang mereka sebut sebagai “pembunuh” sang pemimpin.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menjanjikan peluncuran “operasi ofensif paling ganas dalam sejarah” yang ditujukan langsung ke pangkalan-pangkalan militer milik Amerika Serikat dan Israel.

“Tangan memprediksi bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan membebaskan mereka,” tegas pernyataan IRGC sebagaimana dikutip pada Minggu (1/3/2026).

IRGC bersama dengan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran serta pasukan sukarelawan Basij menyatakan komitmennya untuk berdiri teguh membela warisan Ali Khamenei. Mereka menyatakan tidak akan mundur dalam menghadapi konspirasi, baik yang datang dari internal maupun eksternal.

“Kami akan memberikan hukuman yang memberi pelajaran kepada para agresor terhadap tanah air Islam,” lanjut bunyi pernyataan tersebut.

Senat dengan militer, kabinet pemerintah Iran juga mengeluarkan peringatan keras. Mereka menegaskan bahwa apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan besar” ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa adanya pertanggungjawaban dari pihak penyerang.

Dunia kini menanti langkah-langkah konkret dari Iran di tengah ancaman serangan yang diklaim akan menjadi yang paling mematikan sepanjang sejarah konflik di kawasan tersebut (red).

53 / 100 Skor SEO