Ekonomi

PAD Sultra Stabil di Angka Rp 1,35 T, Layanan SIGAP Terbukti Efektif Jemput Bola

91
×

PAD Sultra Stabil di Angka Rp 1,35 T, Layanan SIGAP Terbukti Efektif Jemput Bola

Sebarkan artikel ini

KENDARI – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat apresiasi luas setelah berhasil menjaga stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) di angka Rp 1,35 Triliun pada anggaran tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti efektivitas berbagai inovasi, terutama Layanan SIGAP yang mengusung konsep jemput bola.

Realisasi sebesar 99,14 persen dari target Rp 1,354 triliun ini dinilai sebagai prestasi gemilang, mengingat adanya tantangan berupa penyesuaian tarif pajak kendaraan bermotor (PKB) di akhir tahun.

Salah satu faktor utama yang mendongkrak stabilnya angka pendapatan adalah optimalisasi Layanan SIGAP. Program ini memungkinkan petugas pajak hadir langsung di tengah masyarakat, memotong jalur birokrasi, dan memudahkan warga di pelosok untuk menunaikan kewajibannya tanpa harus datang ke kantor Samsat.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1" judul="Baca Juga:"]

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Layanan SIGAP terbukti menjadi ujung tombak dalam mempermudah akses, sehingga meskipun ada harmonisasi tarif, tingkat kepatuhan tetap terjaga dengan sangat baik,” ujar Kepala Bapenda Sultra, Mujahidin.

Keberhasilan ini juga didukung oleh sektor-sektor yang mencatatkan pertumbuhan luar biasa, di antaranya:

  • PBBKB (Pajak Bahan Bakar): realisasinya Rp 713,5 miliar atau melesat 131% dari target.

  • Pajak Alat Berat: Tumbuh signifikan hingga Rp 3,9 miliar dari target awal hanya Rp 1,7 miliar.

Melihat tren positif ini, Pemprov Sultra optimis memasang target baru sebesar Rp 1,38 triliun pada tahun 2026. Selain memperkuat Layanan SIGAP, Bapenda akan melakukan lompatan besar dengan menerapkan sensor digital pajak air permukaan .

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2" judul="Baca Juga:"]

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menghilangkan potensi kebocoran pendapatan dan memberikan data penggunaan air secara real-time dan transparan. Stabilitas PAD ini diharapkan menjadi modal kuat bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan layanan publik di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara pada tahun mendatang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!