Kolaka Utara – Kronologi kaburnya 11 tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) terungkap. Kapolres Kolut AKBP, Ritman Todoan Agung Gultom meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa para tahanan membobol sel menggunakan gergaji besi.
Menurut Ritman, para tahanan diduga memanfaatkan ventilasi di bilik jemuran yang berada di dalam sel tahanan untuk melarikan diri pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 03.30 Wita.
“Tahanan itu melarikan diri dari bilik jemuran di dalam sel tahanan polres. Nah di dalam bilik jemuran itu, agar matahari bisa masuk, di bagian atas ditutup dengan ventilasi dan teralis,” kata Ritman kepada awak media, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan, akses menuju bilik jemuran berada di dalam bilik utama yang biasa digunakan para tahanan untuk melaksanakan salat berjemaah. Di lokasi tersebut juga terdapat selang air yang disinyalir dimanfaatkan para tahanan dalam proses pelarian.
Ritman mengungkapkan, para tahanan diduga lebih dulu menyusun tangga manusia untuk mencapai ventilasi di bagian atas. Setelah berhasil menjangkau teralis, mereka merusaknya hingga terbuka sebagai jalan keluar.
Selanjutnya, para tahanan naik menuju ventilasi menggunakan selang air. Setelah berada di luar bangunan lantai dua, mereka menyambung beberapa sarung salat menjadi satu untuk dijadikan alat turun ke bawah.
“Naik ke teralis ventilasi menggunakan selang. Dari lantai dua mereka mengikat sarung yang digunakan salat itu, diikat-ikat menjadi satu, turun menggunakan sarung salat itu,” ungkapnya.
Ia menegaskan informasi yang menyebut para tahanan menggunakan gergaji besi untuk membobol sel tidak benar.

Pascakejadian, Polres Kolut menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor: DPO/S-34/10-20/VII/2026/Satreskrim Polres Kolaka Utara/Polda Sulawesi Tenggara untuk memburu para tahanan yang melarikan diri.
Hingga kini, empat tahanan berhasil diamankan. Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang masih kabur serta mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengetahui keberadaan mereka.
sumber: kendari.info




Tinggalkan Balasan