“Iya betul kejadian tersebut. Nama siswanya berinisial AH, kelas X. Saat itu dia mau pulang ke rumahnya. Kejadiannya di Jalan Mekar I,” kata Ahmad Mustapa saat dikonfirmasi Kendariinfo melalui WhatsApp, Jumat (24/7).
Menurutnya, korban dilempari batu oleh pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Batu tersebut mengenai wajah korban hingga membuatnya terjatuh dari kendaraannya.
“Kalau ceritanya, dia dilempari pakai batu saat sementara bawa motor. Langsung jatuh karena kena di mukanya,” ujarnya.
Akibat lemparan itu, AH mengalami luka cukup serius di bagian pelipis dan hidung. Pelipis korban harus dijahit, sementara hidungnya mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Ia menegaskan bahwa AH merupakan siswa yang dikenal berperilaku baik di sekolah dan tidak pernah memiliki catatan buruk. “Siswa ini anaknya baik-baik,” tambahnya.
Hingga kini, identitas para pelaku masih belum diketahui secara pasti. Kata dia, berdasarkan keterangan korban, para pelaku mengenakan seragam pramuka dan melempar batu dari posisi dibonceng di atas sepeda motor.
“Itu yang belum kita tahu persis identitas pelakunya. Cuma anak itu menyebut pelakunya berpakaian baju pramuka. Dilempar dari atas motor, pelaku itu berboncengan, jadi yang melempar orang yang dibonceng,” jelas Ahmad.
Ia juga mengungkapkan bahwa AH bukan satu-satunya korban dalam kejadian tersebut. Seorang siswa lain berinisial MF, yang juga duduk di kelas X, turut menjadi sasaran para pelaku. Namun, ia tidak mengalami luka-luka.
“Pelakunya lebih dari satu, soalnya ada juga satu temannya yang jadi korban. Berinisial MF kelas X juga. Tetapi dia lari, akhirnya motornya dirusaki karena ditinggal,” pungkasnya.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah melaporkan peristiwa itu ke Polresta Kendari. Sementara itu, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari, AH telah diperbolehkan pulang ke rumah dan kini menjalani rawat jalan.
sumber: kendari.info
Tinggalkan Balasan