Kendari – Seorang pria di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengaku menjadi korban dugaan penipuan jasa pembuatan box usaha melalui media sosial TikTok pada Sabtu (13/6/2026).

Korban, Andi Arya Sawaluddin (23), mengatakan awalnya melihat promosi jasa pembuatan box usaha di TikTok. Tertarik dengan penawaran tersebut, ia kemudian menghubungi nomor admin yang tertera melalui WhatsApp untuk berkonsultasi terkait pembuatan box BRILink.

“Awalnya saya lihat usahanya di TikTok, terus saya ambil nomor adminnya. Habis itu saya chat di WhatsApp untuk tanya-tanya soal pembuatan box BRILink,” ujarnya kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/7).

 

Akun TikTok terduga pelaku yang digunakan untuk mempromosikan jasa pembuatan box usaha.

Setelah berkomunikasi, Andi mengaku dimintai uang muka sebesar Rp4 juta pada Selasa (16/6) dengan alasan untuk membeli bahan.

Keesokan harinya, Rabu (17/6) ia mendatangi bengkel yang disebut berada di Lorong Subsidi, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Di lokasi tersebut, ia mengaku sempat bertemu langsung dengan terduga pelaku bersama istri dan anaknya sehingga semakin yakin untuk melanjutkan transaksi.

“Saya ke bengkelnya karena katanya dia tinggal di situ. Pas saya datang memang ketemu sama dia, istri dan anaknya juga ada. Di situ saya transfer lagi Rp5,5 juta sampai lunas Rp9,5 juta,” ujarnya.

Ia membeberkan, saat itu terduga pelaku menjanjikan box usaha miliknya selesai dikerjakan pada 25 hingga 27 Juni 2026. Namun, memasuki tanggal yang dijanjikan, komunikasi mulai tersendat. Terduga pelaku disebut beberapa kali mengundur waktu penyelesaian dengan berbagai alasan.

“Perjanjiannya tanggal 25 sampai 27 Juni selesai. Tapi pas tanggal 25 sudah mulai susah dihubungi. Terus janji lagi tanggal 27, lalu mundur lagi ke tanggal 28. Tanggal 28 dia cuma antar rangka box lalu disimpan saja. Setelah itu janji lagi tanggal 29 mau kerjakan, tapi sampai tanggal 1 Juli tidak dikerjakan juga. Rangka box itu cuma disimpan di pinggir jalan sampai sekarang,” ungkapnya.

Andi mengatakan hingga kini box usaha yang dipesannya belum juga selesai dikerjakan. Padahal, seluruh biaya pembuatan telah dibayarkan lunas.

“Harga box yang disepakati Rp9,5 juta. Sudah saya bayar lunas, tapi yang dikerjakan hanya rangka box. Setelah itu tidak ada lagi progres sampai sekarang dan orangnya susah dihubungi,” katanya.

Ia mengaku nomor WhatsApp terduga pelaku masih aktif. Namun, setiap kali dihubungi, balasan yang diberikan hanya berisi janji tanpa ada penyelesaian pekerjaan.

“Nomornya masih aktif, tapi kalau di chat balasnya lama. Sekalinya balas cuma janji-janji saja,” ujarnya.

Belakangan, Andi juga mengaku mengetahui bahwa bukan hanya dirinya yang diduga menjadi korban dengan modus serupa. “Baru ternyata korbannya sudah banyak, bukan cuma saya,” katanya.

Merasa dirugikan, Andi akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kendari pada 1 Juli 2026. Ia berharap laporannya dapat segera ditindaklanjuti sehingga uang yang telah dibayarkannya dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban dengan modus serupa.

sumber: kendari.info

55 / 100 Skor SEO