Oleh: Andi Sultan Bakri, SKM., M.Sc.
Pemerhati Sosial Budaya Sulsel di Kendari

Menjelang pemilihan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Kendari, diskursus tentang kriteria pemimpin ideal kembali mengemuka.

KKSS bukan sekadar organisasi paguyuban. Di tanah rantau, KKSS merupakan rumah besar, payung, sekaligus jangkar identitas bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.

Di Kendari, warga KKSS menjadi bagian dari denyut kehidupan ekonomi, pendidikan, birokrasi, sosial, dan berbagai sektor lainnya. Karena itu, memilih Ketua BPD KKSS Kota Kendari tidak semestinya hanya tentang memilih figur yang populer, tetapi memilih sosok pammaliang—pengayom.

Dalam perspektif sosiologi, KKSS di Kendari dapat dilihat sebagai community of solidarity. Kehadirannya memiliki sedikitnya tiga fungsi penting.

Pertama, menjadi wadah adaptasi bagi warga yang baru datang dari Sulawesi Selatan. Kedua, menjadi ruang mediasi ketika terjadi persoalan sosial. Ketiga, menjadi penggerak ekonomi berbasis solidaritas atau abbulo sibatang.

Nilai-nilai luhur masyarakat Sulawesi Selatan seperti Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi—saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling memuliakan—semestinya menjadi landasan dalam kepemimpinan KKSS.

Begitu pula falsafah “Pura Manre Si Manre, Pura Sialle Si Alle”—siapa yang sudah makan, mengajak yang belum; siapa yang sudah mendapatkan rezeki, mengajak yang belum mendapatkannya.

Nilai tersebut menggambarkan semangat berbagi dan mengayomi yang seharusnya hidup dalam sebuah organisasi kekeluargaan di tanah rantau.

Berdasarkan kebutuhan organisasi di kota yang heterogen seperti Kendari, terdapat sejumlah karakter kepemimpinan yang penting untuk dikedepankan.

Pertama, mampu mengayomi dan merangkul semua kalangan.

Ketua KKSS tidak boleh hanya menjadi ketua bagi kelompok tertentu—apakah Bugis Bone, Makassar Gowa, Wajo, atau rumpun lainnya.

Ia harus menjadi milik seluruh warga KKSS.

Di Kendari terdapat pengusaha, ASN, pedagang, mahasiswa, pekerja, sopir angkutan, hingga masyarakat dengan berbagai latar belakang sosial. Semua harus merasa memiliki ruang yang sama dalam organisasi.

Pemimpin yang mengayomi bukan hanya hadir ketika ada pesta atau kegiatan seremonial. Ia juga hadir ketika warga tertimpa musibah, menghadapi persoalan sosial, sengketa, ataupun persoalan hukum.

Ia menjadi penyejuk ketika terjadi persoalan.

Kedua, tidak mudah terpengaruh dan berpegang pada prinsip.

Pepatah Bugis mengatakan, “Taroi Karawu, Nametti Pabbere”—simpan kebaikan, tetapi jangan menyimpan kebencian.

Salah satu tantangan dalam organisasi paguyuban adalah munculnya gosip, bisik-bisik, maupun informasi sepihak yang berpotensi memengaruhi hubungan antarsesama.

Karena itu, seorang ketua dituntut tidak mudah mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi dari satu pihak.

Nilai Getteng—teguh pada prinsip—dan Lempu—jujur serta adil—penting dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Mendengar semua pihak, melakukan klarifikasi atau tabayyun, kemudian mengambil keputusan secara objektif merupakan bagian penting dari kepemimpinan.

Pemimpin yang mudah dipengaruhi informasi sepihak berpotensi memperlebar jarak antarkelompok. Sebaliknya, pemimpin yang berpegang pada prinsip dapat menjadi perekat organisasi.

Ketiga, menjadi motivator kerukunan antar-etnis di tanah rantau.

Tantangan KKSS di Kendari bukan hanya menjaga hubungan internal sesama warga Sulawesi Selatan, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dari berbagai latar belakang etnis yang hidup di Sulawesi Tenggara.

Termasuk dengan masyarakat Tolaki sebagai salah satu komunitas utama di daerah ini, serta masyarakat Muna, Buton dan berbagai kelompok lainnya.

Falsafah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata.

Warga KKSS diharapkan mampu menghormati kearifan lokal Kendari, aktif dalam kegiatan lintas etnis, serta membangun hubungan sosial yang terbuka dan inklusif.

Ketua KKSS juga idealnya tidak hanya menggerakkan kegiatan silaturahmi, tetapi menjadi motivator bagi warga untuk meningkatkan kualitas diri.

Mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru, memotivasi generasi muda KKSS untuk berprestasi, serta menjaga nama baik masyarakat Sulawesi Selatan di tanah rantau merupakan bagian dari pekerjaan besar organisasi.

Musyawarah Daerah KKSS Kota Kendari harus menjadi momentum konsolidasi dan memperkuat persaudaraan.

Kepemimpinan organisasi hendaknya dibangun atas semangat kekeluargaan, bukan sekadar kepentingan jangka pendek.

Kita membutuhkan sosok yang:

  1. Ketika warga susah, dia hadir.
  2. Ketika ada masalah, dia mendengarkan semua pihak, bukan hanya satu sisi.
  3. Ketika berbicara, yang disampaikan adalah ajakan untuk rukun, bukan ajakan untuk berkelompok.

Pada akhirnya, KKSS adalah rumah besar yang harus mampu menaungi seluruh warganya.

Semoga BPD KKSS Kota Kendari ke depan memiliki nakhoda yang mampu membawa kapal besar ini berlayar dengan aman di Teluk Kendari, dengan layar terkembang bertuliskan:

“Satu Keluarga, Satu Hati, untuk Kendari yang Rukun.”

Abbulo Sibatang. Acca Sipitang. Sipakatau.

Kendari, 3 Oktober 2026

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
12 / 100 Skor SEO