Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengingatkan tentang konsekuensi berbahaya dari tindakan provokatif Amerika Serikat di Teluk Persia dan Selat Hormuz. Dia menekankan bahwa langkah-langkah “sembrono” itu membahayakan perdamaian dan keamanan tidak hanya di kawasan itu, tapi juga di seluruh dunia.
Dilansir media Iran, Press TV, Selasa (14/4/2026), dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Senin (13/4), Araghchi mengeluarkan peringatan keras tentang konsekuensi provokasi AS. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya agresi AS.
Menyusul ancaman baru-baru ini oleh Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa mereka mulai memberlakukan blokade di Laut Oman dan Laut Arab di sebelah timur Selat Hormuz, efektif mulai pukul 17:30 waktu Teheran pada hari Senin.
Pengumuman tersebut menyatakan bahwa tindakan tersebut akan mencakup semua lalu lintas kapal tanpa memandang benderanya.
Iran secara tegas menolak setiap upaya AS yang tidak sah untuk mengganggu perairannya.
Militer Iran memperingatkan bahwa ancaman apa pun terhadap pelabuhan negara itu akan memicu respons regional yang lebih luas. Iran menegaskan bahwa tidak ada pelabuhan di Teluk Persia atau Laut Oman yang akan tetap aman, jika pelabuhan Iran menjadi sasaran.
Dalam percakapan telepon dengan Araghchi, Lavrov menegaskan kembali posisi prinsip Moskow, dengan keras mengutuk agresi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Lavrov pun menyerukan kepada Washington untuk menunjukkan keseriusan dalam memajukan proses diplomatik untuk memulihkan perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut.

Iran telah berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk navigasi damai.
Teheran telah memperjelas bahwa setiap upaya untuk mengganggu kebebasan navigasi atau memberlakukan blokade ilegal akan ditanggapi dengan tegas dan keras.(detik.com)


Tinggalkan Balasan