Semarang – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadiri Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 di Padma Hotel, Kota Semarang, Jawa Tengah. Forum berskala nasional ini fokus membedah strategi taktis guna mendongkrak kualitas Kamseltibcarlantas secara berkelanjutan.

Pertemuan lintas sektoral yang berlangsung maraton pada Rabu (22/4/2026) hingga Kamis (23/4/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri.

Hadir dalam simposium ini Menteri Perhubungan RI, jajaran direksi BUMN sektor transportasi—mulai dari PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, PT ASDP Indonesia Ferry, hingga PT Pelindo—serta para pakar, akademisi, pengamat, dan seluruh Dirlantas Polda se-Indonesia.

Dirlantas Polda Sultra, Kombes Argo Wiyono, hadir langsung mengawal jalannya evaluasi tersebut demi menyerap formula pengelolaan arus lalu lintas modern untuk diimplementasikan di bumi anoa.

“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan banyak masukan strategis untuk meningkatkan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta pola pengamanan lalu lintas yang lebih efektif dan humanis,” ujar Kombes Argo Wiyono dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Dalam dinamika forum, seluruh pemangku kebijakan membedah secara komprehensif rapor pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 secara nasional. Evaluasi mencakup tata kelola manajemen arus mudik dan balik Lebaran, pemetaan berkala titik rawan kemacetan, hingga formula menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kementerian Perhubungan bersama para stakeholder juga menggarisbawahi bahwa kunci kelancaran transportasi nasional di era modern mutlak bersandar pada kekuatan sinergi antarinstansi, bukan ego sektoral.

Selaras dengan hal itu, Kakorlantas Polri dalam instruksinya menekankan tiga poin krusial untuk menghadapi operasi ke depan: penguatan koordinasi lintas sektoral, optimalisasi rekayasa lalu lintas di lapangan, dan peningkatan mutu pelayanan publik.

Argo Wiyono menegaskan, seluruh buah pikiran, data empiris, dan masukan strategis yang didapat dari Anev nasional di Semarang ini akan langsung dijadikan bahan evaluasi internal di Ditlantas Polda Sultra.

Hasil rakor ini diproyeksikan sebagai kompas atau pedoman utama bagi jajaran Ditlantas Polda Sultra dalam merancang cetak biru (blueprint) strategi pengamanan jalur dan operasi lalu lintas ke depan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dengan adopsi pola pengamanan yang lebih matang, Ditlantas Polda Sultra berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang jalan yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat pengguna jalan di Sultra.

8 / 100 Skor SEO