Kolaka – Koordinator Regional Sulawesi Tenggara BGN, Maharani, menyampaikan permohonan maaf atas insiden 11 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Maharani mengatakan, pihak Satuan Pelaksana Pengelola Gizi (SPPG) bergerak cepat begitu menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Tim langsung turun ke lokasi dan membawa para siswa terdampak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Benar Pak, kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Sejak Kepala SPPG mendapat laporan, tim langsung mendatangi sekolah dan membawa 11 orang penerima manfaat yang terdampak ke Puskesmas Watubangga,” ujar Maharani, Sabtu (9/5/2026).
Ia memastikan, seluruh siswa yang sempat menjalani observasi medis kini telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi terpantau.
“Per sore ini seluruh penerima manfaat sudah kembali ke kediaman masing-masing,” lanjutnya.
Maharani menegaskan, pendampingan terhadap para siswa penerima manfaat yang terdampak tetap dilakukan, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan.
“Iya Pak, sudah dilakukan pendampingan kepada penerima manfaat yang terdampak. Untuk penyebab, kami masih menunggu hasil laboratorium makanan dari Labkes dan sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” jelas Maharani.

Sebagai langkah evaluasi, BGN memperketat standar operasional prosedur (SOP) di seluruh SPPG, khususnya terkait pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Tak hanya itu, Maharani menegaskan bahwa setiap SPPG yang mengalami kejadian menonjol akan langsung menjalani investigasi mendalam dan diberhentikan sementara operasionalnya selama proses evaluasi berlangsung.
“Evaluasi yang dilakukan adalah pengetatan SOP di seluruh SPPG. Untuk SPPG yang mengalami kejadian menonjol, dilakukan investigasi mendalam sehingga harus diberhentikan sementara. Untuk SPPG Kolaka Watubangga saat ini kami suspend,” tegasnya.
Keputusan penghentian sementara operasional SPPG Watubangga diambil sebagai bentuk langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memberi ruang bagi investigasi menyeluruh atas dugaan penyebab gangguan kesehatan yang dialami 11 siswa tersebut.
Sebelumnya, 11 siswa SD di Kecamatan Watubangga dilaporkan mengalami keluhan mual, lemas, sakit perut, dan muntah usai menyantap hidangan program MBG. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
Langkah cepat BGN yang melakukan pendampingan medis, koordinasi lintas sektor, hingga menghentikan sementara operasional SPPG Watubangga kini menjadi fokus perhatian publik, sembari menanti hasil investigasi resmi terkait penyebab insiden tersebut. (red)



Tinggalkan Balasan