JAKARTA — Pengurus Provinsi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2025-2030 resmi dikukuhkan.

Prosesi pelantikan ini digelar di Hotel GranDhika, Jakarta, Sabtu (13/6/2026), bersamaan dengan momen Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PPI.

​Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PPI, Gousta Feriza. Dengan pengukuhan ini, Andi Ady Aksar, yang juga dikenal sebagai Ketua DPD Gerindra Sultra, resmi memimpin PPI Bumi Anoa untuk lima tahun ke depan.

​Acara ini membawa misi besar melakukan regenerasi kepemimpinan untuk membangun organisasi yang maju, berdaya saing global, serta siap menyongsong Indonesia Emas.

​Acara dimulai dengan suasana penuh disiplin khas Paskibraka. Dua anggota berpakaian dinas upacara (PDU) lengkap berdiri tegap memegang bendera Merah Putih dan bendera pataka hijau PPI.

Suasana terasa makin sakral saat lagu kebangsaan dikumandangkan di depan seluruh pengurus.

​Inti dari acara ini adalah penandatanganan berita acara pelantikan dan Surat Keputusan (SK). Ketua Umum Gousta Feriza menandatangani berkas terlebih dahulu, lalu disusul oleh Andi Ady Aksar.

Pelantikan di Jakarta ini sengaja dibarengi dengan Rakernas agar pengurus daerah bisa langsung berkoordinasi erat dengan pengurus pusat.

​”Pelantikan ini menjadi babak baru bagi PPI Sultra untuk terus mencetak kader pemimpin yang disiplin, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi daerah maupun nasional,” ujar Gousta Feriza di sela-sela Rakernas.

​Sebelum resmi dilantik di ibu kota, Andi Ady Aksar sebenarnya sudah terpilih secara mufakat (aklamasi) dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PPI Sultra di Kendari pada Sabtu (30/8/2025) lalu.

​Pimpinan sidang Musprov, Abdul Karim Lampoku, menyebutkan bahwa Ady Aksar menang mutlak karena mengantongi dukungan mayoritas dari daerah.

​“Syarat untuk maju menjadi ketua minimal harus punya lima rekomendasi dukungan dari pengurus kabupaten/kota. Sementara Kak Ady mendapat dukungan dari 14 kabupaten/kota dari total 17 yang ada. Jadi, beliau otomatis ditetapkan sebagai ketua terpilih,” jelas Karim.

​Bagi Andi Ady Aksar, memimpin PPI Sultra adalah soal panggilan hati. Ia memiliki ikatan emosional yang kuat karena merupakan alumni Paskibraka Sultra angkatan 1999, saat daerah tersebut masih dipimpin oleh Gubernur La Ode Kaimoeddin.

​“Saya maju karena panggilan hati dan ingin bernostalgia. Kami pernah merasakan langsung rasanya jadi Paskibraka. Sambil reunian, kami ingin mengurus organisasi ini agar lebih aktif dan punya peran nyata di daerah,” ungkap Ady Aksar.

​Ia berkomitmen menjadikan PPI Sultra sebagai rumah yang hangat sekaligus tempat mengabdi bagi para alumni Paskibraka.

​“Kami ingin membentuk organisasi yang mengedepankan rasa kekeluargaan. PPI harus hadir untuk adik-adik Paskibraka. Setelah mereka selesai bertugas, mereka bisa bergabung ke PPI agar rasa bangga pernah menjadi Paskibraka itu tidak hilang begitu saja,” pungkasnya.

​Lewat pelantikan di momen Rakernas ini, pengurus baru PPI Sultra bersiap untuk langsung tancap gas.

Mereka fokus menyelaraskan program kerja di daerah dengan visi pusat demi menyiapkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045. (red)

57 / 100 Skor SEO