KENDARI – Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) Cabang Kendari meminta media massa untuk lebih berimbang dalam memberitakan kasus dugaan tambang nikel ilegal yang menyeret nama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang.

Ketua GPMI Kendari, Anas, menilai sejumlah pemberitaan yang beredar di media dan media sosial terlalu dini menyimpulkan status hukum Anton Timbang sebagai tersangka.

“Kami meminta media untuk lebih berimbang dalam memberitakan kasus ini. Proses hukum masih berjalan dan belum ada penetapan tersangka secara resmi,” ujar Anas dalam keterangannya di Kendari.

Menurutnya, pemberitaan yang tidak terverifikasi berpotensi menyesatkan opini publik serta mencederai prinsip praduga tak bersalah dalam proses hukum.

Sementara itu, Badan Reserse Kriminal Polri memberikan penjelasan terkait perkembangan penyelidikan dugaan tambang ilegal yang melibatkan PT Masempo Dalle di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.