Bahlil pun meminta aparat kepolisian mengusut tuntas informasi tersebut agar tidak berkembang menjadi tuduhan yang merugikan dirinya maupun Partai Golkar.

“Saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian untuk diusut tuntas dibuka aja. Jangan fitnah terus yang dibangun,” tegasnya.

Bahlil juga menyampaikan peringatan kepada pihak yang menyebarkan tudingan tersebut. Ia menyatakan akan mengambil langkah hukum apabila tuduhan tidak dapat dibuktikan.

“Kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga, saya buktikan kalau tidak saya akan somasi. Kalau tidak saya akan proses secara hukum karena ini berbahaya,” ujarnya.

Bahlil bahkan memberikan tenggat waktu kepada pihak yang dianggap menyebarkan tuduhan untuk melakukan klarifikasi.

“Dan saya kasih waktu saya akan habis ini pulang saya akan somasi orang-orang itu. Saya akan kasih waktu ya satu kali 3 kali 24 jam lah,” kata Bahlil.

Menurutnya, tuduhan yang menyeret nama ketua umum partai politik tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Ia menilai informasi yang tidak didukung bukti dapat merusak reputasi dan marwah organisasi politik.

“Ketua umum partai itu marwah. Jadi saya tidak mau mundur dari orang-orang kayak gini,” tegasnya.

Bahlil juga membantah kemungkinan dirinya terlibat dalam pengaturan penyadapan terhadap Presiden Prabowo. Ia mengaku justru menjadi pihak yang turut mengalami penyadapan.

“Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil kembali meminta kepolisian membuka secara terang benderang informasi mengenai dugaan pertemuan yang disebut-sebut berlangsung sebelum penangkapan sejumlah jenderal.

“Kalau memang ada rapat itu siapa aja dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu,” ujarnya.

Bahlil menegaskan Partai Golkar saat ini sedang menjalankan konsolidasi organisasi dan tidak ingin terganggu oleh isu yang dinilainya tidak berdasar.

Ia juga mengingatkan kader Golkar agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi.

Sebelumnya, isu yang mengaitkan Bahlil dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo turut mendapat respons dari Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, membantah isu yang mengaitkan Bahlil dengan kasus tersebut. Sarmuji menegaskan bahwa tudingan yang tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya tidak perlu dihiraukan.

Polemik ini mencuat di tengah isu dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang disebut menyeret sejumlah nama perwira tinggi kepolisian.

Namun, hingga kini, tudingan mengenai keterlibatan Bahlil dalam dugaan pertemuan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Bahlil menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam apabila tuduhan tersebut terus disebarkan tanpa dasar yang jelas.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut informasi tersebut secara transparan agar tidak berkembang menjadi polemik yang merugikan pihak tertentu.

 

Editor: Xan

29 / 100 Skor SEO