Musim flu perlu menjadi perhatian orang tua, terutama keluarga yang memiliki bayi dan anak kecil. Influenza bukan sekadar pilek biasa karena dapat menyebabkan komplikasi serius, khususnya pada anak balita dan anak dengan kondisi kesehatan tertentu.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi influenza setiap tahun bagi anak mulai usia enam bulan. Vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko infeksi, keparahan penyakit, dan komplikasi akibat influenza.
Vaksin influenza dianjurkan setiap tahun
IDAI menjelaskan bahwa virus influenza terus mengalami perubahan. Karena itu, vaksin influenza perlu diperbarui secara berkala agar sesuai dengan jenis virus yang diperkirakan beredar.
Vaksin influenza tersedia dalam bentuk suntikan yang mengandung virus tidak aktif serta jenis vaksin lain, termasuk vaksin semprot hidung untuk kelompok usia dan kondisi tertentu. Pemilihan vaksin perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, ketersediaan produk, dan rekomendasi tenaga medis.
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan untuk mengetahui jadwal serta jumlah dosis yang dibutuhkan, terutama jika anak baru pertama kali menerima vaksin influenza.
Perlu diketahui, vaksin influenza tahunan belum termasuk dalam program imunisasi rutin nasional Indonesia. Namun, Kementerian Kesehatan merekomendasikan vaksinasi ini sebagai salah satu upaya pencegahan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi, seperti anak dengan penyakit kronis sesuai penilaian dokter, ibu hamil, lansia, dan tenaga kesehatan.
Kenali gejala flu dan lakukan pencegahan di rumah
Selain vaksinasi, orang tua perlu membiasakan anak menjaga kebersihan diri untuk mengurangi risiko penularan influenza.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala flu.
Gejala influenza pada anak dapat berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas. Pada sebagian anak, flu juga dapat disertai muntah atau diare.
Jika anak mengalami gejala flu, orang tua sebaiknya memastikan anak cukup beristirahat dan mendapatkan cairan yang memadai. Anak yang sakit juga sebaiknya beristirahat di rumah agar tidak menularkan penyakit kepada teman sekolah maupun anggota keluarga lainnya.
Obat penurun demam, seperti parasetamol, dapat diberikan sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan dosis berdasarkan usia serta berat badan anak. Hindari memberikan aspirin kepada anak. Jika orang tua ragu mengenai penggunaan obat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
Kapan anak perlu dibawa ke dokter?
Orang tua perlu memberikan perhatian khusus jika flu menyerang bayi atau anak dengan penyakit penyerta. Anak yang memiliki asma, penyakit paru-paru, gangguan kekebalan tubuh, atau kondisi medis serius lainnya sebaiknya mendapatkan penilaian tenaga kesehatan ketika mengalami gejala influenza.
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, napas cepat, demam tinggi yang menetap, kejang, sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mampu minum, atau menunjukkan tanda dehidrasi. Pada bayi berusia di bawah tiga bulan, demam 38 derajat Celsius atau lebih memerlukan pemeriksaan medis segera.
Lindungi anak melalui pencegahan sejak dini
Pencegahan influenza perlu dilakukan melalui kombinasi vaksinasi, kebersihan diri, istirahat yang cukup, dan perhatian terhadap gejala penyakit.
Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan apakah anak perlu mendapatkan vaksin influenza dan menentukan jenis vaksin yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Dengan informasi yang tepat dan langkah pencegahan sejak dini, keluarga di Indonesia diharapkan dapat lebih siap menghadapi influenza serta mengurangi risiko komplikasi pada anak.



Tinggalkan Balasan