BANTEN — Kantor SAR Banten terus melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Dalam operasi pencarian, Basarnas mengerahkan KN SAR Tetuka yang akan berada di laut selama tiga hari. Tim juga menyiapkan dua drone termal untuk membantu pencarian dari udara, mengingat kondisi abu vulkanik masih membuat penggunaan helikopter atau pesawat belum memungkinkan.
Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, mengatakan pencarian akan kembali dilakukan pada pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan armada dan personel gabungan.
“Kita siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,” kata Rizky dalam keterangan visual yang dipantau di Jakarta, Selasa malam.
Menurut Rizky, pencarian udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar.
Sebagai alternatif, dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka akan diterbangkan untuk membantu pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” ujarnya.
23 Personel Gabungan Dikerahkan
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan pencarian dilakukan tim gabungan terhadap seluruh rombongan.
Sebanyak 23 personel terlibat dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten dan 16 personel Basarnas Banten.
Pencarian didukung Kapal Basarnas KN Tetuka yang bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita dan selanjutnya ke lokasi pencarian.
“Dalam pencarian tersebut, sebanyak 23 personel terlibat, terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten. Pencarian juga didukung dengan penggunaan Kapal Basarnas KN Tetuka yang bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju wilayah perairan Carita dan selanjutnya ke lokasi pencarian,” kata Maruli kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Maruli memastikan kapal tersebut akan berada di laut selama tiga hari untuk mendukung operasi pencarian.
“Kapal masih melakukan pencarian terus di laut selama tiga hari ini,” ujarnya.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Namun, terdapat sebaran abu vulkanik dengan jarak pandang sekitar 1 mil. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan operasi pencarian.
Sebelumnya, pencarian menggunakan KN SAR Tetuka dilakukan hingga sekitar pukul 22.00 WIB sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.
Rizky mengatakan keputusan untuk melakukan docking dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi laut dan jarak pandang pada malam hari.
“Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” kata Rizky.
Selain KN SAR Tetuka, operasi pencarian juga melibatkan dua speedboat, RIB 02 Banten dan RIB dari Lampung.
Tim gabungan turut berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang dicari bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.
Menurut keterangan Polda Banten, rombongan jurnalis berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat.
Mereka hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir dengan rombongan diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB, ketika salah satu anggota mengirimkan lokasi terakhir kepada rekannya.
Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tersebut tidak lagi dapat dilakukan.
Titik dugaan terakhir berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, dengan jarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari RIB 02 BTN dan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.
Data sementara menyebut lima jurnalis yang dilaporkan belum ditemukan, yakni M Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Ari Basuki (jurnalis Merdeka), Yudhis (jurnalis iNews), Daus (jurnalis Anadolu), dan Donal (freelance). Selain itu, terdapat dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Polda Banten bersama Basarnas menyatakan akan terus melakukan pencarian dan memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Kami bersama Basarnas akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dan menyampaikan perkembangan informasi sesuai hasil di lapangan,” kata Maruli.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak mendekati kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan, khususnya di sekitar aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Editor: San





Tinggalkan Balasan