Kendari — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sultra memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas perempuan dan membangun ketahanan keluarga.

Sinergi tersebut mengemuka dalam Seminar Peningkatan Kapasitas Organisasi Perempuan DWP Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Kendari, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan dibuka Penasihat DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka. Sejumlah pejabat Pemprov Sultra, pengurus DWP, DWP instansi vertikal, serta Ketua dan pengurus DWP Kabupaten/Kota se-Sultra turut hadir.

Kolaborasi TP PKK dan DWP dinilai strategis karena kedua organisasi memiliki ruang kerja yang bersinggungan langsung dengan pemberdayaan perempuan dan keluarga.

TP PKK berperan menggerakkan pemberdayaan keluarga melalui berbagai bidang, antara lain pendidikan keluarga, kesehatan, pengasuhan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta peningkatan kapasitas kader dan masyarakat.

Sementara DWP memiliki jaringan organisasi perempuan di lingkungan aparatur sipil negara yang dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kualitas perempuan, memperkuat keluarga, serta mendorong kegiatan sosial kemasyarakatan.

Perempuan Tak Hanya Didorong Aktif Berorganisasi

Arinta mengatakan peningkatan kapasitas perempuan tidak boleh hanya dimaknai sebagai penguatan organisasi. Menurutnya, perempuan juga memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, perempuan perlu terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, literasi, kepemimpinan dan kepercayaan diri.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga, organisasi maupun masyarakat. Karena itu, kapasitas diri harus terus dikembangkan,” kata Arinta dalam kegiatan tersebut.

Arinta menyebut ada tiga agenda yang perlu diperkuat dalam pengembangan organisasi DWP.

Ketiganya yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola organisasi, serta penguatan sinergi dan kebersamaan.

Menurutnya, organisasi perempuan yang kuat harus ditopang sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus tata kelola yang profesional, berintegritas, bertanggung jawab dan akuntabel.

TP PKK dan DWP Bisa Bergerak Bersama

Sinergi TP PKK dan DWP Sultra dinilai memiliki potensi besar untuk diterjemahkan dalam kegiatan yang langsung menyentuh keluarga.

Mulai dari edukasi pengasuhan anak di era digital, peningkatan kesehatan keluarga, literasi perempuan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kemampuan perempuan dalam menghadapi tekanan kehidupan.

Kekuatan TP PKK berada pada gerakan pemberdayaan keluarga dan jaringan kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sedangkan DWP memiliki jaringan organisasi perempuan yang tersebar di lingkungan pemerintah dan hingga kabupaten/kota.

Kolaborasi kedua organisasi tersebut dapat membuat berbagai program pemberdayaan berjalan lebih terintegrasi dan tidak terpisah-pisah.

Seminar juga menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CM., NLP., CCHT., CI.

Ia membawakan materi bertajuk “Harmony Jiwa Perempuan Modern: Strategi Mengelola Stres di Tengah Tekanan Rumah Tangga dan Tantangan Zaman.”

Materi tersebut membahas pentingnya kemampuan perempuan mengenali dan mengelola stres.

Perempuan juga didorong mampu menjaga keseimbangan diri ketika menghadapi berbagai tuntutan, baik dalam kehidupan rumah tangga, organisasi maupun masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi relevan dengan peran TP PKK dan DWP yang sama-sama bersentuhan dengan kehidupan keluarga.

Sebab, perempuan yang mampu mengelola diri dengan baik diharapkan dapat menjalankan perannya secara lebih optimal dalam keluarga maupun organisasi.

Arinta menegaskan hasil kegiatan peningkatan kapasitas harus memberikan dampak nyata.

Ia berharap materi yang diterima peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dan program kerja organisasi.

“Peningkatan kapasitas harus memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri, keluarga maupun organisasi,” tegasnya.

Semangat tersebut menjadi dasar penting bagi penguatan kolaborasi TP PKK dan DWP Sultra.

Ke depan, sinergi dapat diarahkan pada kegiatan bersama yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan dan keluarga, termasuk penguatan kapasitas kader, edukasi keluarga, kesehatan, pengasuhan dan pemberdayaan ekonomi.

Perempuan Berdaya, Keluarga Tangguh

Kolaborasi TP PKK dan DWP Sultra pada akhirnya bukan hanya tentang memperkuat organisasi perempuan.

Lebih jauh, sinergi tersebut diarahkan untuk menciptakan perempuan yang lebih berdaya, keluarga yang lebih tangguh dan masyarakat yang semakin kuat.

Dengan menggabungkan kekuatan gerakan pemberdayaan keluarga TP PKK dan jaringan organisasi perempuan DWP, program peningkatan kapasitas diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas.

Seminar tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara kapasitas individu, ketahanan keluarga, kekuatan organisasi dan kontribusi perempuan dalam pembangunan Sulawesi Tenggara.

 

Reporter: Xan

14 / 100 Skor SEO