KONAWE – Insiden meninggalnya seorang pelajar akibat dugaan sengatan listrik di kawasan wisata Pulau Bokori, Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, memicu sorotan terhadap aspek keselamatan dan kelayakan fasilitas di destinasi wisata andalan tersebut.
Korban diketahui bernama Galank Fatya (18), warga Jalan Martadinata, Kelurahan Mata, Kota Kendari. Ia meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik saat berada di area pinggir pantai Pulau Bokori, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah berkemah bersama 11 rekannya di sekitar bangunan Resto Motaha.
Pagi harinya, korban bersama dua orang temannya turun ke laut untuk mandi di sekitar lokasi perkemahan.
Namun nahas, saat berada di tepi pantai dengan kondisi kaki masih berada di dalam air, korban diduga menyentuh kabel lampu hias yang isolasinya telah terkelupas.
Arus listrik diduga langsung mengalir ke tubuh korban hingga menyebabkan korban tidak dapat melepaskan tangannya dari kabel tersebut.
Saksi yang berada di lokasi menyebut korban sempat terhempas dan membentur tanggul penahan ombak setelah tersengat listrik. Upaya pertolongan yang dilakukan rekan-rekannya tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.
Hasil pemeriksaan medis menemukan adanya luka melepuh akibat sengatan listrik pada tangan korban serta sejumlah luka lecet di beberapa bagian tubuh.

Dari hasil visum yang dilakukan dokter forensik, korban dinyatakan meninggal akibat henti jantung yang dipicu sengatan aliran listrik.
Peristiwa ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan fasilitas yang tersedia di kawasan wisata Pulau Bokori, khususnya instalasi kelistrikan yang berada di area publik dan berdekatan dengan perairan.
Keberadaan kabel lampu hias yang diduga terkelupas dan menggantung di dekat lokasi aktivitas pengunjung menjadi perhatian serius.
Pasalnya, area pantai dengan tingkat kelembapan tinggi dan kontak langsung dengan air laut memiliki risiko besar apabila terdapat instalasi listrik yang tidak terawat dengan baik.
Sejumlah pihak berharap insiden tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pengelola kawasan wisata dan instansi terkait untuk memastikan seluruh fasilitas yang digunakan pengunjung memenuhi standar keamanan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kejadian, termasuk menelusuri kondisi dan kelayakan instalasi listrik di lokasi wisata Pulau Bokori.
Tragedi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata, terlebih pada kawasan yang setiap tahunnya dikunjungi ribuan wisatawan lokal maupun luar daerah. (red)



Tinggalkan Balasan