Suara Pembaca Perdetiknews

Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara — Mayjen TNI (purn) H. Andi Sumangerukka, SE.,MM

Berikan penilaian, sampaikan evaluasi dan ikut membangun Sulawesi Tenggara.

PollingHasil & RankingKritik & Saran

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara?

Bidang yang paling perlu dievaluasi:

Kritik dan saran (opsional)


Hasil Sementara

Sangat puas100%
1 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas0%
0 suara
Total responden: 1. Jajak pendapat pembaca, bukan survei ilmiah/probabilistik.

Statistik Polling

Total responden1
Target100
Periode2026-09-09T10:10 — 2026-12-10T10:10

Ranking

1Mayjen TNI (purn) H. Andi Sumangerukka, SE.,MM
Provinsi Sulawesi Tenggara · 1 responden
100%

Kolaka – Ekspansi masif industri smelter nikel di Kawasan Industri Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dilaporkan merusak ruang hidup komunitas adat. Salah satu yang paling terdampak parah adalah Komunitas Bajau yang dikenal sebagai “orang laut”.

Berdasarkan laporan investigasi terbaru Satya Bumi, aktivitas pertambangan dan industri di kawasan tersebut telah menimbulkan kerusakan lingkungan laut yang sangat masif.

Akibatnya, wilayah tangkap ikan para nelayan tradisional kian menyempit karena perairan setempat tercemar berat oleh limbah industri.

Dampak pencemaran ini merembet serius pada kehidupan anak-anak suku Bajau di Pomalaa. Mereka kini tidak lagi bisa berenang bebas atau menghabiskan waktu lama di laut lepas.

Padahal, beraktivitas di laut lepas merupakan cara turun-temurun bagi anak-anak Bajau untuk mewarisi keterampilan maritim tradisional yang menjadi identitas utama suku mereka.

“Sebaliknya, penyakit kulit dan masalah kesehatan akibat kualitas air yang memburuk kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka,” tulis laporan Satya Bumi di betahita.id, Jumat (29/5/2026).

Selain memicu penyakit kulit, rusaknya ekosistem laut membuat perairan yang dahulu menjadi sumber kehidupan utama masyarakat kini berubah menjadi zona yang semakin tidak aman.

Kondisi memprihatinkan ini memicu gelombang protes dari koalisi masyarakat sipil. Mereka menuntut pertanggungjawaban dari para investor global, termasuk raksasa otomotif dunia, Ford Motor Company, yang memiliki 8,5% saham di PT Kolaka Nickel Indonesia (PT KNI).

Satya Bumi mendesak PT KNI dan seluruh operator Proyek Blok Pomalaa segera melakukan audit independen. Operator juga didesak memberikan kompensasi serta reparasi yang adil kepada komunitas adat yang terdampak.

(pdn)

8 / 100 Skor SEO