KENDARI – Langkah taktis Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), dalam memperkuat sektor pertanian membuahkan hasil nyata. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian RI berhasil mendatangkan ratusan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk petani di Sultra.

Teranyar, memasuki triwulan kedua tahun 2026, Gubernur ASR kembali sukses memboyong 40 unit Traktor Roda 2 (TR-2). Hal ini menyusul “hadiah” jatah cetak sawah seluas 10 ribu hektare (ha) yang diberikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sehingga total program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 ha.

 Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra terus bergerak cepat menyalurkan bantuan tersebut. Pada Sabtu (4/4), dipimpin langsung oleh Kadistanak Sultra, Prof. Muhammad Taufik, bantuan traktor dan pompa air digelontorkan ke Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur (Koltim).

“Sebanyak empat kelompok tani menerima TR-2, satu di Konawe dan tiga di Kolaka Timur. Selain itu, kami menyalurkan pompa air ke enam kelompok tani di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai, Koltim, untuk mitigasi kekeringan ekstrem,” ujar Prof. Muhammad Taufik, Senin (6/4/2026).

 Prof. Taufik menegaskan bahwa seluruh bantuan alsintan ini berstatus pinjam pakai dan dikelola secara proporsional berdasarkan Luas Lahan Baku Sawah (LBS). Ia menjamin tidak ada pungutan biaya apa pun dalam proses penyaluran ini.

“Alsintan ini tidak dimiliki secara penuh oleh satu kelompok tani saja. Jika penggunaan di satu kelompok sudah selesai, maka dapat dipergilirkan ke kelompok tani lain yang membutuhkan. Penyaluran ini gratis,” tegasnya.

Sejak 2025, Sultra telah menerima berbagai bantuan teknologi pertanian, mulai dari 100 unit TR-2, 52 unit TR-4, 10 unit combine harvester, hingga penggunaan drone untuk pemupukan dan pestisida.

Program ini menjadi strategi Gubernur ASR untuk mempercepat pengolahan lahan dan efisiensi produksi. Penggunaan combine harvester dan drone dipandang sebagai solusi modern dalam menghadapi tantangan pertanian masa kini.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan sektor pertanian harus berbasis solusi dan teknologi. Bantuan ini bukti komitmen pemerintah provinsi hadir mendampingi petani dalam kondisi apa pun,” pungkas Prof. Taufik. (red)

(detik/detik)

18 / 100 Skor SEO