KENDARI – Memasuki awal Maret 2026, harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren yang bervariasi. Melansir data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada Minggu (1/3/2026) pukul 07:44 WIB, harga beras terpantau stabil dibandingkan hari sebelumnya, namun mengalami penurunan tipis jika dibandingkan dengan harga sebulan lalu.
Beras di pasar tradisional Sultra saat ini dijanjikan di rata-rata harga Rp15.450 per kg , turun sekitar 0,32%. Penurunan harga ini merata di hampir seluruh kategori, mulai dari beras kualitas bawah hingga kualitas super I yang kini berada di angka Rp16.400 per kg . Secara historis, harga beras di Sultra sempat mencatatkan rekor kenaikan tertinggi pada Agustus 2025 sebesar 6,47%.
Selain beras, terdapat 11 komoditas lain yang tercatat mengalami penurunan harga. Penurunan paling signifikan dialami Bawang Merah Ukuran Sedang yang anjlok sebesar 19,37% menjadi Rp44.750 per kg . Minyak goreng curah juga terpantau turun 2,82% menjadi Rp17.250 per kg .
Meski harga beras melandai, masyarakat perlu mewaspadai kenaikan harga pada kelompok cabai dan daging ayam. Tercatat 13 komoditas mengalami kenaikan harga hari ini. Cabai Rawit Hijau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 17,28% menjadi Rp59.400 per kg , disusul Cabai Merah Keriting yang naik 18,05% menjadi Rp39.250 per kg .
Sementara itu, harga Daging Ayam Ras Segar naik 6,52% menjadi Rp40.050 per kg . Untuk komoditas protein lainnya seperti Daging Sapi Kualitas 1 terpantau stabil di harga Rp138.750 per kg , sedangkan Telur Ayam Ras naik tipis 0,61% menjadi Rp32.900 per kg . (red)


Tinggalkan Balasan