KOLAKA – Penelusuran terhadap 10 tender pekerjaan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kolaka tahun anggaran 2026 menemukan pola yang perlu mendapat perhatian dalam proses evaluasi.

Dalam data hasil evaluasi yang ditelusuri, sejumlah paket mencatat beberapa perusahaan sebagai peserta. Namun, nilai penawaran yang terlihat pada hasil evaluasi umumnya hanya berasal dari satu penyedia, sementara nilai penawaran peserta lainnya tidak terlihat.

Kondisi tersebut menjadi penting karena paket-paket tersebut menggunakan metode Tender – Pascakualifikasi Satu File – Harga Terendah Sistem Gugur.

Berikut hasil penelusuran 10 paket tersebut.

1. Ruas Sumber Rejeki-Langgosipi

Tender 10125537000 memiliki pagu Rp1.936.746.776 dan HPS Rp1.896.529.000.

Tercatat delapan peserta. Dalam hasil evaluasi, nilai penawaran yang terlihat berasal dari CV Aliansi Rahmat Semesta, sebesar Rp1.892.286.521,34.

CV Aliansi Rahmat Semesta kemudian menjadi pemenang dengan nilai kontrak Rp1.892.286.521.

Sementara nilai penawaran peserta lainnya tidak terlihat pada data yang ditelusuri.

2. Ruas Mangolo-Ulunggolaka

Tender 10125507000 memiliki pagu Rp2.276.000.000 dengan HPS Rp2.274.000.000.

Tercatat 13 peserta.

Nilai penawaran yang terlihat berasal dari PT Baskara Bumi Sultra, sebesar Rp2.266.000.000.

Perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang dengan kontrak Rp2.266.000.000.

Harga penawaran peserta lainnya tidak terlihat dalam tabel yang ditelusuri.

3. Ruas Sabilambo-Kp. Maros

Tender 10125544000 memiliki pagu Rp2.421.000.000 dan HPS Rp2.366.299.000.

Terdapat 10 peserta.

Nilai penawaran yang terlihat adalah milik CV Hermiah, sebesar Rp2.361.465.503,92.

Setelah proses evaluasi, nilai kontraknya tercatat Rp2.361.000.000.

Harga peserta lainnya tidak terlihat pada data hasil evaluasi yang ditelusuri.

4. Preservasi Jalan Wilayah Utara

Tender 10125528000 memiliki pagu Rp825.050.000 dan HPS Rp721.708.000.

Tercatat 10 peserta.

Nilai penawaran yang terlihat berasal dari CV Radikal Rahmad Pratama, sebesar Rp720.601.922,73.

Perusahaan tersebut menjadi pemenang dengan kontrak Rp720.601.000.

Tidak terlihat nilai penawaran peserta lainnya.

5. Ruas Petudua-Pewisoa Jaya

Tender 10125557000 memiliki pagu Rp746.950.000 dengan HPS Rp740.058.000.

Terdapat lima peserta.

Nilai penawaran yang terlihat berasal dari Infra Perkasa Indomoro, sebesar Rp738.552.032,19.

Perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang dengan kontrak Rp738.552.000.

Harga empat peserta lainnya tidak terlihat dalam data yang ditelusuri.

6. Ruas Awa-Ulaweng Segmen 1

Tender 10127509000 memiliki pagu Rp3.066.000.000 dengan HPS Rp3.061.022.000.

Terdapat empat peserta.

Nilai penawaran yang terlihat berasal dari CV Sembilan Dua Mandiri, sebesar Rp3.051.104.518,89.

Kontrak kemudian tercatat Rp3.051.103.000.

Harga tiga peserta lainnya tidak terlihat dalam tabel evaluasi yang ditelusuri.

7. Normalisasi Sungai Wolulu

Tender 10127890000 memiliki pagu Rp456.531.400 dengan HPS Rp455.980.187,45.

Terdapat lima peserta.

Nilai penawaran yang terlihat berasal dari CV Alsyahra Pratama, sebesar Rp451.496.497,59.

Perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang dengan kontrak Rp451.496.000.

Nilai penawaran empat peserta lainnya tidak terlihat.

8. Ruas Samaturu-Samaturu dan Donggala-Wowa Tamboli

Tender 10137260000 memiliki pagu Rp6.132.000.000 dan HPS Rp5.847.421.000.

Terdapat delapan peserta.

Dalam hasil evaluasi yang ditelusuri, hanya CV Anugrah Ria yang terlihat memiliki nilai penawaran, yakni Rp5.845.444.820,89.

Tujuh peserta lainnya adalah CV Cahaya Surya, PT Dermawan Raya Perkasa, CV Sembilan Belas, CV Reffalindo, CV Aliansi Rahmat Semesta, CV Radikal Rahmad Pratama dan CV Bangun.

Nilai penawaran ketujuh peserta tersebut tidak terlihat pada tabel yang ditelusuri.

CV Anugrah Ria ditetapkan sebagai pemenang dengan kontrak Rp5.845.400.000.

Selisih kontrak dengan HPS hanya sekitar Rp2,021 juta atau 0,035 persen.

9. Ruas Desa Liku

Tender 10142478000 memiliki pagu Rp2.421.000.000 dan HPS Rp2.420.482.000.

Terdapat sembilan peserta.

Nilai penawaran yang terlihat berasal dari CV Dua Putri Jayatama, sebesar Rp2.417.803.759,10.

Perusahaan tersebut menjadi pemenang dengan kontrak Rp2.417.803.000.

Harga delapan peserta lainnya tidak terlihat pada data hasil evaluasi yang ditelusuri.

10. Ruas Lawulo-Puulawulo

Tender 10142480000 memiliki pagu Rp2.421.000.000 dan HPS Rp2.420.362.000.

Tercatat lima peserta.

Nilai penawaran yang terlihat berasal dari CV Fauzi Jaya Mandiri, sebesar Rp2.410.762.095,60.

Perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang dengan kontrak Rp2.410.763.000.

Harga empat peserta lainnya tidak terlihat dalam tabel evaluasi yang ditelusuri.

Dari 10 paket tersebut, terdapat total 81 catatan peserta berdasarkan daftar peserta yang tersedia. Namun, pada data hasil evaluasi yang ditelusuri, hanya satu nilai penawaran yang terlihat pada masing-masing paket.

Artinya, yang menjadi perhatian bukan jumlah peserta yang tercatat, melainkan minimnya harga pembanding yang terlihat dalam hasil evaluasi.

Kondisi ini belum dapat diartikan sebagai bukti adanya pelanggaran.

Sebab, masih harus dipastikan apakah peserta lainnya memang tidak memasukkan penawaran, gugur pada tahap administrasi atau teknis, tidak memenuhi persyaratan, atau nilai penawarannya tidak ditampilkan pada halaman hasil evaluasi yang ditelusuri.

Namun, pola tersebut menimbulkan pertanyaan penting dalam proses pengadaan.

Jika metode yang digunakan adalah Harga Terendah Sistem Gugur, maka bagaimana posisi harga peserta lainnya sebelum pemenang ditetapkan?

Apakah memang hanya satu perusahaan yang memasukkan harga?

Atau terdapat perusahaan lain yang memasukkan penawaran tetapi tidak terlihat dalam tampilan evaluasi?

Andi Rahman (42), warga Kecamatan Kolaka, mengatakan masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai proses tender.

“Kalau ada beberapa perusahaan yang tercatat sebagai peserta, masyarakat tentu ingin tahu berapa harga yang mereka tawarkan. Jangan sampai yang terlihat hanya satu harga, sementara harga pembandingnya tidak diketahui,” ujarnya.

Nur Aisyah (36), warga Kecamatan Samaturu, juga meminta proses pengadaan dibuka secara transparan.

“Kalau ada delapan peserta, lalu yang terlihat hanya satu harga, tentu masyarakat bertanya-tanya. Bukan berarti langsung menuduh, tetapi harus ada penjelasan kenapa harga peserta lainnya tidak terlihat,” katanya.

Sementara La Ode Firman (48), warga Kecamatan Wolo, mengatakan transparansi harus dilakukan sejak proses pengadaan.

“Kalau memang hanya satu perusahaan yang memasukkan penawaran, jelaskan apa penyebabnya. Kalau peserta lain gugur, jelaskan juga alasannya,” ujarnya.

Untuk memastikan pola tersebut, dokumen yang perlu diperiksa lebih lanjut adalah Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP), hasil evaluasi administrasi, hasil evaluasi teknis, evaluasi harga, daftar peserta yang benar-benar memasukkan penawaran, serta alasan masing-masing peserta tidak sampai pada evaluasi harga.

Dokumen tersebut penting untuk membedakan antara dua kondisi.

Pertama, banyak perusahaan terdaftar tetapi hanya satu yang benar-benar memasukkan penawaran.

Kedua, beberapa perusahaan sebenarnya memasukkan penawaran, tetapi hanya satu nilai yang terlihat dalam hasil evaluasi yang ditelusuri.

Dua kondisi tersebut memiliki makna yang berbeda dan harus dibuktikan melalui dokumen pengadaan.

Dengan demikian, pertanyaan utama dalam penelusuran 10 tender jalan PUPR Kolaka ini bukan siapa yang memenangkan paket.

Pertanyaan utamanya adalah:

Mengapa dalam 10 paket dengan puluhan perusahaan yang tercatat sebagai peserta, hasil evaluasi yang ditelusuri rata-rata hanya memperlihatkan satu harga penawaran?

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Bupati Kolaka Amri dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kolaka terkait temuan dalam penelusuran tersebut.

Konfirmasi terutama diarahkan untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme evaluasi 10 paket tender, jumlah penyedia yang benar-benar memasukkan penawaran, keberadaan harga pembanding peserta lainnya, serta alasan nilai penawaran peserta lain tidak terlihat dalam data evaluasi yang ditelusuri.

 

Reporter: Ixan

Sumber: SPSE

Polling Lainnya di Sulawesi Tenggara
Lihat Semua Polling →
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
15 / 100 Skor SEO