KENDARI – Sebuah video penganiayaan yang memperlihatkan aksi perundungan dan kekerasan fisik terhadap seorang remaja putri viral di media sosial. Video yang diunggah oleh akun Facebook Asliani Lian tersebut memicu gelombang kemarahan netizen, terutama setelah pihak keluarga korban menyatakan penolakan tegas terhadap upaya perdamaian secara kekeluargaan.
Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, terlihat korban mendapatkan serangan fisik secara brutal oleh sejumlah pelaku di sebuah lokasi yang diduga berada di wilayah Kecamatan Lalugasumeeto. Korban tampak tidak berdaya saat para pelaku secara bergantian melakukan tindakan kekerasan.
Melalui keterangan unggahannya, akun Asliani Lian yang mewakili pihak keluarga menyampaikan rasa sakit hati yang mendalam. Ia menegaskan bahwa status sosial mereka tidak boleh dijadikan alasan bagi siapapun untuk bertindak sewenang-wenang.
“Kami keluarga meminta pihak Kepolisian harus memberikan hukuman sesuai perilaku mereka. Kami memang orang miskin, tapi bukan untuk kalian injak-injak. Kami orang bodoh, tapi bukan untuk seenaknya kalian aniaya,” tulis Asliani dalam unggahannya yang disertai tagar #desalalugasumeeto.
Pihak keluarga juga memberikan sinyalemen kuat bahwa mereka tidak akan menempuh jalur damai begitu saja. Mereka menuntut keadilan hukum agar para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pihak berwajib. #tidakterimadamaibegisaja menjadi penegasan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah dibagikan ratusan kali dan mendapat ribuan komentar dari warga net yang mendesak Kepolisian Sektor (Polsek) setempat atau Polres Kendari untuk segera mengamankan para pelaku.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi generasi muda dan meminta aparat penegak hukum tidak pandang bulu dalam menangani kasus kekerasan fisik, terlepas dari latar belakang ekonomi korban. (red)




Tinggalkan Balasan